Malang (beritajatim.com) – Guru besar bidang ilmu geofisika kebencanaan dari Universitas Brawijaya (UB) Malang, Prof. Drs. Adi Susilo, M.Si., Ph., menanggapi kesulitan memperoleh air bersih yang dirasakan warga Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Diberitakan bahwa Lebih dari 1.600 kepala keluarga di tempat itu, mengalami krisis air bersih saat musim kemarau tahun 2023 ini.
Menurut Prof Adi Susilo, daerah Selatan adalah daerah karst (kapur), sehingga memang cukup sulit menyimpan air. Tapi sebetulnya, di daerah kapur ini biasanya ada Sungai bawah tanah.
“Oleh sebab itu, kalau bisa didapatkan alur dari sungai bawah tanah ini, maka bisa tidak kekurangan air. Sungai bawah tanah ini, makin lama akan semakin besar. Jadi perlu adanya pelacakan atau investigasi alur dari Sungai bawah tanah,” kata dosen fakultas MIPA ini, Rabu (11/10/2033).
Pakar geofisika ini menegaskan, lingkungan juga memang menentukan dalam hal kekeringan. Sebaiknya, pada daerah yang agak tinggi, ditanami tumbuhan yang dapat menghasilkan air, seperti pohon apak atau ipik atau pohon beringin, yang berpotensi memberikan air tanah.
Lebih lanjut, Prof Adi mengatakan, kekeringan ini juga berhubungan dengan suhu yang memanas akhir-akhir ini. Namun, yang tidak kalah penting, ia berpesan agar masyarakat menghindari terpapar sinar ultraviolet, sinar matahari dengan panjang gelombang tertentu, khususnya mulai jam 10.00 WIB sampai jam 13.00 WIB.
“Paparan itu bisa terbakar kulit. Panjang gelombangnya pendek sehingga frekuensi nya lebih tinggi. Energinya juga lebih tinggi, jika dibandingkan dengan cahaya biasa. Bisa tembus kulit,” ujar pria yang menempuh studi S3 di James Cook University, Australia jurusan Geofisika atau Geologi ini.
Untuk mengatasi masalah kekurangan panas dan kekeringan ini, Prof Adi menyarankan agar ruang terbuka hijau sebetulnya sangat mutlak untuk diusahakan ada. Jangan semua tertutup oleh bangunan baik beton, aspal, dan lainnya. Hal tersebut dapat memantulkan panas, dan akibatnya bisa panas bertambah.
BACA JUGA:
Kemarau Panjang dan Suhu Udara Tinggi, Keluar Rumah Seperlunya Saja
Terkait upaya pemerintah untuk membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan pengeboran sumur di Malang Selatan menurutnya itu langkah yang sangat baik jika bisa dilaksanakan. Pengeboran juga sangat baik, meski untuk daerah recharge area (daerah imbuhan), jangan sampai hilang, sebagai pemasok air tanah.
Disinggung soal potensi suhu panas terjadi di wilayah lain di Jawa Timur, Prof Adi mengatakan bahwa masalah ini sebetulnya berpotensi terjadi di semua wilayah Indonesia. “Perlu hati hati, dan hindari terpapar langsung sinar matahari, khususnya pada siang hari,” tutupnya. [dan/but]





