Surabaya (beritajatim.com) – Baru-baru ini, TikToker Malaysia mendapat kecaman karena dicurigai melakukan kekejaman terhadap hewan. Tuduhan itu muncul setelah videonya ramai saat dia memberikan makeover pada monyet peliharaannya.
Dalam video yang telah dihapus, pengguna TikTok mengoleskan alas bedak, lipstik, dan maskara, antara lain, ke monyet peliharaannya. Meskipun pengguna TikTok telah menghapus video tersebut, netizen membagikan cuplikan dan gambar-gambarnya di Twitter.
Dikutip dari World of Buzz, dalam cuplikan itu terlihat si monyet pun hanya bisa pasrah sambil sekali-lagi merasa asing dengan apa yang dilakukan tuannya. Oleh karena video itu banyak warganet yang menyebut pengguna TikTok itu keterlaluan tersebut karena melecehkan monyet tersebut.
Seorang warganet Indonesia berkata, “Tolong bantu saya melaporkannya. Dia merias wajah monyet.”
“Mascara hampir mengenai matanya. Lip tintnya dijilat ketika kita bahkan tidak tahu apakah itu ‘food grade’ atau tidak. Dan kami tidak tahu apa risiko alergi,” tambah mereka.
“Laporkan dia. Tolong (jangan) gunakan tubuh hewan untuk (tujuan) membuat konten dan (mendapatkan) popularitas,” kata seorang warganet lainnya.
Warganet lain mengungkapkan kesedihan mereka atas video dan kondisi monyet tersebut. “Saya berharap Allah menyelamatkan Anda dari menjadi korban manusia tak berperasaan ini. Meskipun terlihat seperti sesuatu yang normal, seharusnya tidak.”
“Tolong hentikan kebodohan semacam ini! Anda tidak hanya mengambil hewan liar sebagai hewan peliharaan tetapi juga melakukan pelecehan semacam ini. Kalau butuh model, tolong carikan orang, jangan pakai hewan untuk itu,” ujar seorang warganet yang prihatin.
“Meskipun kita semua mungkin sangat mencintai hewan peliharaan kita, itu tidak memberi kita alasan untuk melakukan apa pun yang kita inginkan kepada mereka hanya untuk konten dan ketenaran.” ujar warganet lainnya.
Hewan liar dan terlantar seringkali rentan terhadap pelecehan dan kekerasan dari manusia. Namun, tampaknya hewan peliharaan yang dirawat oleh manusia juga bisa disalahgunakan. Belum ada keterangan lebih lanjut terkait huru-hara yang terjadi karena merias monyet tersebut. (adg/beq)






