Pasuruan (beritajatim.com) – Warga Dusun Parasan, Desa Sanganom, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, dikejutkan dengan suara ledakan keras pada Rabu pagi (11/6/2025) sekitar pukul 05.00 WIB. Suara ledakan terdengar hingga radius 1 kilometer dan membuat warga panik keluar rumah.
Petugas dari Polsek Nguling yang menerima laporan segera mendatangi lokasi dan melakukan sterilisasi. Garis polisi langsung dipasang melingkar sepanjang 20 meter untuk mencegah warga mendekat ke titik ledakan.
Ledakan tersebut berasal dari rumah milik Saifur Rizal (35), seorang warga setempat yang bekerja sebagai tukang servis HP. Saat kejadian, ia sedang berada di rumah dan menjadi satu-satunya korban dalam peristiwa ini.
Akibat ledakan, Saifur mengalami luka serius di bagian tangan kiri hingga pergelangan tangannya terputus. Ia langsung dievakuasi ke RSUD Grati, Kabupaten Pasuruan, untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Polres Pasuruan Kota segera mengoordinasikan penyelidikan lebih lanjut dengan melibatkan tim Gegana dan Bidlabfor Polda Jatim. Langkah ini dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti dari ledakan yang merusak sebagian rumah korban.
Pada pukul 10.35 WIB, tim Gegana dan Bidlabfor tiba di lokasi dan langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tim membawa alat khusus untuk mendeteksi zat kimia atau bahan peledak yang kemungkinan jadi pemicu ledakan.
Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Davis Busin Siswara, membenarkan bahwa pihaknya telah menerapkan SOP penanganan ledakan. “Polsek Nguling langsung ke TKP setelah menerima laporan. Karena ini ledakan dan belum diketahui penyebabnya, kami sterilkan lokasi sambil menunggu unit Gegana dan Labfor,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat Desa Sanganom dan sekitarnya agar tidak berspekulasi serta menunggu hasil penyelidikan resmi dari kepolisian. Menurutnya, transparansi akan dijaga demi kepastian hukum dan rasa aman warga. (ada/kun)






