Magetan (beritajatim.com) – Pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Magetan dari sektor pariwisata tumbuh cukup positif. Hingga pertengahan Agustus sektor pariwisata telah menyumbang PAD sebesar Rp11,9 miliar, sementara target yang ditetapkan sepanjang 2o22 adalah Rp15 miliar.
Meski PPKM masih berlaku, sejumlah pelonggaran membuat Pemkab Magetan optimistis target PAD tercapai. Bahkan terlampaui di akhir 2022 ini.
“Dengan target segitu kan diambil rata-rata minimal sebulan dapat Rp1,25 miliar lebih sedikit. Kini sudah mencapai 77,9 persen dari target,” ungkap Kabid Pengelolaan Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Eka Radityo, Jumat (19/8/2022)
Eka menyatakan jumlah itu sudah memenuhi target pada caturwulan II yakni 70 persen. Dia yakin, di libur akhir tahun nanti bakal lebih tinggi lagi.
Sementera perkembangan secara umum masih linier dengan target bulanan. Untuk lebaran setidaknya lebih dari Rp1 miliar yang bisa didapatkan. “Untuk puncak liburan bisa mencapai 6.000 pengunjung (wisatawan),” katanya.
Eka pun semakin optimistis target akan tercapai lantaran pembatasan semakin dikurangi. Per bulan ini jumlah wisatawan di Magetan sudah mencapai 649.820 orang dan didominasi pengunjung Telaga Sarangan.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Magetan”]
Sayangnya, untuk Telaga Wahyu tetap minim kunjungan. Tak ada pembangunan fisik yang dilakukan di telaga yang berlokasi di bawah Sarangan itu.
Kini, telaga itu hanya dipenuhi pemancing. Selain itu, untuk kios kuliner dan cinderamata di Telaga Wahyu juga masih mangkrak dan belum jelas nilai sewa yang bakal diterapkan lantaran masih dalam tahap appraisal.
Padahal, dua fasilitas itu diharapkan bisa mendongkrak kunjungan wisata di Telaga Wahyu. “Kios cinderamata dan kuliner masih dalam proses appraisal,” katanya. [fiq/beq]






