Pacitan (beritajatim.com) – Potensi besar sektor kelautan di Kabupaten Pacitan belum sepenuhnya mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Salah satu buktinya, hingga kini daerah berjuluk 70-mile Sea Paradise itu belum termasuk dalam daftar penerima Program Kampung Nelayan Merah Putih yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Padahal, potensi perikanan laut di daerah ini sangat besar. Data Dinas Perikanan Pacitan menyebutkan, potensi sumber daya ikan mencapai 34.483 ton per tahun.
Kepala Dinas Perikanan Pacitan, Bambang Mahaendrawan, mengatakan bahwa pemerintah daerah sebenarnya telah mengusulkan Kelurahan Sidoharjo (Pelabuhan Tamperan) sebagai calon lokasi penerima program tersebut. Namun usulan tersebut belum digubris KKP.
“Usulan sudah kami sampaikan dan komunikasi dengan KKP sudah dilakukan. Namun, untuk tahap pertama ini Pacitan belum masuk,” ujarnya ditulis Selasa (7/10/2025).
Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan proyek nasional KKP untuk memberdayakan nelayan dan pembudidaya ikan dengan membangun kawasan pesisir yang tertata, mandiri, dan berdaya saing. Program ini menargetkan 65 lokasi pada tahap awal dengan penyelesaian hingga Desember 2025, dan akan terus berkembang menjadi 1.100 kampung nelayan hingga tahun 2027.
Melalui program tersebut, masyarakat pesisir akan mendapatkan sarana produksi modern, fasilitas pengolahan hasil laut, serta penguatan koperasi nelayan. Tujuannya adalah mengubah kampung nelayan dari kawasan rawan kemiskinan menjadi pusat ekonomi produktif dan berkelanjutan.
“Mungkin di tahap selanjutnya bisa menjadi pertimbangan,” harapnya.
Sayangnya, Pacitan belum kebagian jatah tersebut. Kondisi ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah agar tidak hanya mengandalkan proposal, tetapi juga memperkuat kemampuan lobi dan jejaring antar instansi di tingkat pusat. Dengan potensi perikanan laut, pertanian, dan pariwisata yang besar, Pacitan memiliki peluang besar untuk berkembang lebih cepat. (tri/but)






