Surabaya (beritajatim.com) — Penangkapan Wali Kota Madiun, Maidi, dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memunculkan beragam reaksi dari masyarakat.
Di tengah proses hukum yang kini berjalan, sebagian warga justru menunjukkan solidaritas dan dukungan moral kepada orang nomor satu di Kota Pendekar tersebut, meskipun tidak sedikit pula yang mengungkapkan rasa kecewa.
Maidi dikenal sebagai figur kepala daerah yang dekat dengan masyarakat dan aktif melakukan pembangunan di berbagai sektor seperti mengubah wajah jalan Pahlawan Madiun menjadi kawasan wisata yaitu Pahlawan Street Center dan Pahlawan Religi Center.
“Iklim wisata di madiun yang setahun (2025) mencapai 3 juta orang bisa bertambah,” kata Maidi dalam akun IG @pakmaidi.
Citra tersebut membuat sebagian warga Madiun sulit mempercayai kabar penangkapan yang dilakukan lembaga antirasuah. Dukungan itu terlihat jelas di kolom komentar media sosial pribadi Maidi, khususnya di Instagram, yang dipenuhi doa dan pesan penyemangat.
Seorang warganet dengan akun (et) read*** menuliskan komentar bernada dukungan dalam bahasa Jawa. Ia menyebut Maidi sebagai sosok pemimpin yang baik dan mengingatkan bahwa semakin tinggi posisi seseorang, maka semakin besar pula ujian yang dihadapi.
“Njengan tiyang sae pak, saya tetap dukung Pak Maidi. Semakin tinggi pohon semakin kenceng anginnya. Bismillah pak semoga cepat selesai,” tulisnya.
Komentar serupa juga datang dari (et) indra*** yang menduga adanya unsur fitnah di balik perkara tersebut. Ia berharap Maidi tetap berada dalam lindungan Tuhan dan menyebut bahwa kemajuan Kota Madiun bisa saja memunculkan pihak-pihak yang tidak menyukai keberhasilan tersebut.
Namun, tidak semua reaksi publik bernada positif. Sejumlah warga mengaku terkejut dan kecewa atas penangkapan tersebut. Salah satunya disampaikan (et) moje*** yang menuliskan kekecewaannya karena Maidi sebelumnya digadang-gadang sebagai pemimpin yang membawa harapan besar bagi masyarakat Madiun.
“Waduh pak.. Kadung digadang2 wong sak ndayak kerat kok OTT, (terlanjur diharap-harapkan orang banyak kok OTT),” ujarnya.
Sementara itu, Maidi telah tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pada Senin malam, 19 Januari 2026, sekitar pukul 22.35 WIB. Berdasarkan pantauan di lokasi, Maidi terlihat turun dari kendaraan dengan mengenakan jaket berwarna biru dan topi hitam. Ia membawa dua tas dan berjalan santai memasuki gedung KPK.
Ketika dicegat awak media dan dimintai tanggapan terkait OTT yang menjeratnya, Maidi memilih memberikan pernyataan singkat. Ia tidak menanggapi pertanyaan seputar kasus yang sedang dihadapi. “Saya tidak pernah lelah untuk membangun Kota Madiun. Kalau ada kekurangan, doakan saya sehat,” ujarnya singkat sebelum masuk ke dalam gedung.
Sebelum dibawa ke Jakarta, Maidi dan sejumlah pejabat Pemerintah Kota Madiun lebih dahulu menjalani pemeriksaan awal di kantor Satuan Reserse Kriminal Polres Madiun. Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari rangkaian OTT KPK yang berlangsung sejak Senin siang.
Sekitar pukul 17.00 WIB, tim KPK kemudian membawa beberapa pihak ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan. Selain Maidi, turut diamankan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Madiun, Thariq Megah, serta seorang perempuan yang hingga kini belum diungkap identitas maupun perannya dalam perkara tersebut. (fyi/ted)







1 Komentar
jangan terlalu berharap banyak pada manusia karena hanya akan kecewa, tetapi berharaplah pada Allah SWT.