Gresik (beritajatim.com) – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1444 H order jasa penitipan hewan di Kabupaten Gresik naik drastis.
Para pengelola jasa tersebut tak tanggung-tanggung ada 50 hewan peliharaan kebanjiran rejeki karena banyaknya warga yang menitipkan hewan saat ditinggal mudik.
Pengelola jasa penitipan hewan Kawan Kita ‘Petshop, Pet Care, Grooming Gresik, Nita menuturkab, jumlah tersebut jauh meningkat dibanding hari-hari biasa. Dirinya menyebut, pada hari biasa, pihaknya hanya menerima 3-4 ekor hewan peliharaan yang dititipkan.
“Di hari biasa kami cuma mendapat order penitipan hewan 3 hingga 4 ekor. Sekarang menjelang lebaran bisa sampai 50 ekor,” tuturnya, Rabu (19/04/2023).
Ia menambahkan, khusus libur lebaran harga penitipan hewan yang dipatok berbeda. Pada hari biasa, tarif penitipan sebesar Rp35.000, namun saat Lebaran naik menjadi Rp55.000 per harinya.
Menurutnya, harga tersebut lebih mahal disebabkan penyedia jasa yang harus tetap bekerja dan tidak mudik saat Lebaran. Pihaknya juga memberikan perawatan seperti memberi makan, membersihkan kandang, bermain di luar ruangan, hingga pemantauan kesehatan dari dokter hewan.
“Di tempat kami selalu ada dokter standby untuk mengecek, tapi kami terlebih dahulu konfirmasi ke pemiliknya sebelum melakukan penindakan dan pengobatan,” ungkap Nita.
https://beritajatim.com/ekbis/harga-bapok-di-gresik-relatif-stabil-jelang-lebaran-2023/
Lebih lanjut dia mengatakan, rata-rata hewan yang dititipkan saat lebaran adalah kucing. Pasalnya, hewan peliharaan itu membutuhkan perawatan, dan pemantauan yang intensif.
“Sebagian besar hewan kucing mulai dari yang domestik, persia, anggora dan ragdoll,” paparnya.
Sementara itu, Sinta (22) warga asal Perum Randu Agung Indah Kebomas, Gresik menyatakan dirinya menitipkan dua anak kucing anggora karena ditinggal mudik ke Semarang beserta keluarganya selama 5 hari.
“Sengaja kami titipkan karena di rumah tidak orang. Apalagi kucing anggora memang membutuhkan perawatan khusus dibanding kucing domestik,” pungkasnya. (dny/ted)






