Jember (beritajatim.com) – Saat ayah dan ibunya menjadi tenaga kerja di Malaysia, Lutfian berhasil menembus empat perguruan tinggi bergengsi di Skotlandia dan Australia. Anak muda asal Kabupaten Bangkalan, ini baru saja lulus dari jenjang pendidikan profesi ners Fakultas Keperawatan Universitas Jember, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dengan indeks prestasi kumulatif sempurna 4,00.
Lutfian diterima di University of Edinburgh di Skotlandia, University of Sydney, University of Monash, dan University of Wollongong. Tiga nama terakhir adalah perguruan tinggi di Australia, untuk melanjutkan kuliah pascasarjana.
Sebelumnya, ia pernah dibiayai mengikuti International Nursing Student Forum di University of Malaysia Serawak dan mempresentasikan karya tulis ilmiahnya oleh Universitas Jember pada 2019.
Lutfian juga sempat mengikuti kegiatan International Nursing and Health Association di Ministry of Health di Bangkok, Thailand. Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) memberinya beasiswa atas prestasinya yang luar biasa pada 11 November 2022 setelah menyisihkan 12.937 pendaftar.
Lutfian menyebut sang ibunda sosok motivator terbesarnya. “Ibu sangat mendukung apapun yang saya lakukan, dan beliau adalah motivator terhebat saat saya merasa tidak percaya diri. Suatu motivasi besar saya untuk terus melanjutkan pendidikan saya adalah keluarga dan kedua orang tua saya,” katanya, sebagaimana dilansir Humas Unej, Jumat (23/12/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”Jember”]
Kelak, Lutfian ingin menjadi dosen bidang keperawatan keluarga dan komunitas di Universitas Jember.
“Besar harapan saya untuk segera menyelesaikan studi di luar negeri dan kembali ke Indonesia untuk menjadi dosen dan berpenghasilan sendiri untuk menunjang kebutuhan keluarga,” katanya.
Dunia mengajar memang tak asing bagi Lutfian. Selama kuliah ia Lutfian juga pernah menjadi asisten dosen dalam Departemen Keperawatan Jiwa dan Komunitas pada 2019 – 2020. Selama itu dia berhasil mempublikasikan sembilan artikel ilmiah yang terindeks di Sinta.
“Saya ingin menciptakan multi-center research yang berfokus pada penanganan tuberkulosis melalui pendekatan komunitas dan keluarga,” katanya.
Lutfian tak jauh dari urusan riset. Setidaknya ada 25 prestasi dalam kejuaraan karya tulis ilmiah, literatur review, debat dan promosi kesehatan yang berhasil dicapainya. Salah satunya medali perak dalam International Avicenna Youth Science Fair (IAYSF) yang diselenggarakan International Avicenna Research Center (IARC) di Iran pada 2020. Berkat prestasi tersebut, Lutfian menjadi juara 1 pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat Universitas Jember.
Cita-cita Lutfian sederhana. “Saya ingin Ibu berhenti menjadi TKI di Malaysia agar bisa menikmati masa tuanya bersama keluarga di Madura,” katanya. [wir/beq]






