Surabaya (beritajatim.com) – Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus Ketua Dewan Pembina Relawan Gibran BerKopyah (GBK), Ubaidillah Amin atau yang akrab disapa Gus Ubaid, mengajak masyarakat desa yang telah sukses dan hidup mapan di kota untuk kembali ke desa demi membangun kampung halamannya.
Ajakan ini, menurut Gus Ubaid, selaras dengan misi keenam dari Asta Cita pemerintahan Prabowo-Gibran, yang menekankan pembangunan dari desa sebagai bagian dari strategi pemerataan ekonomi nasional.
“Tentunya harapan kami ini sinkron dengan misi keenam Asta Cita pemerintahan Prabowo-Gibran. Yaitu, menekankan pentingnya membangun dari desa dan memastikan pemerataan ekonomi, dengan upaya langsung untuk mengurangi kemiskinan melalui pengembangan ekonomi pedesaan,” kata Gus Ubaid, Minggu (4/5/2025).
Ia menuturkan bahwa cita-citanya sebagai anak desa sangat sederhana: ingin sukses, kaya raya, dan kembali menjadi kepala desa untuk membangun tanah kelahiran.
“Kami sebagai anak yang lahir dan dibesarkan di desa bermimpi akan kemandirian desa kami. Cita-cita kami sederhana, kami ingin membangun usaha yang sukses dan kaya raya, kemudian menjadi kepala desa dan membangun desa kami. Tentunya, semua orang ingin hidup kaya raya, akan tetapi jarang sekali yang ingin tinggal dan membangun desa kelahirannya, cenderung memilih hidup di kota,” imbuhnya.
Gus Ubaid memandang posisi kepala desa sebagai elemen strategis dalam menciptakan perubahan konkret di tingkat akar rumput. Menurutnya, kepala desa memiliki pemahaman yang paling dekat dan riil terhadap kebutuhan masyarakatnya.
“Mengapa harus menjadi kepala desa, karena kepala desalah ujung tombak kemajuan negara ini, karena mereka tahu bagaimana dan apa yang bisa membuat desanya maju yang tentunya setiap harinya berhadapan langsung dengan masyarakat yang dipimpinnya,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kemandirian desa bisa dicapai dengan mengoptimalkan dana sosial yang bersumber dari usaha para warganya yang telah sukses. Dengan demikian, ketergantungan terhadap anggaran pemerintah dapat dikurangi.
“Karena kami ingin membangun kemandirian desa, melalui dana sosial dari usaha yang kami kelola, sehingga desa kami benar-benar mandiri secara kedaulatan ekonomi desa, kalaupun ada suporting daripada dana pemerintah (baik itu kabupaten, provinsi, maupun pusat) mungkin bisa dialihkan ke desa yang lain yang belum bisa mandiri secara ekonomi,” tegasnya.
Gus Ubaid menutup pernyataannya dengan seruan untuk membalik arus urbanisasi demi masa depan desa dan bangsa. “Sudah saatnya orang kaya raya yang tinggal di kota kembali ke desa menjadi kepala desa dan membangun desa kelahirannya demi kemajuan negara Indonesia tercinta,” pungkasnya. [tok/suf]







2 Komentar
Sangat sepakat
Masyarakat desa harus menjadi prioritas dan butuh perhatian khusus agar kesenjangan dengan masyarakat kita tidak terlalu jauh
Sepakat Gus Ubaid