Pamekasan (beritajatim.com) – Pelatih Madura United FC, Mauricio Souza mengaku puas dengan performa timnya, sekalipun terdapat beberapa hal yang menjadi catatan sepanjang pertandingan, salah satunya soal kepemimpinan wasit.
Pada laga pekan kedua Liga 1 2023 di Stadion Gelora Madura Rato Pamelingan Pamekasan, Minggu (9/7/2023) lalu. Tim tuan rumah Laskar Sape Kerrab berhasil mengamankan poin dari Persik Kediri, berkat kemenangan comeback dengan skor tipis 3-2.
Juru taktik berkebangsaan Brasil, juga menilai timnya sempat tampil kurang konsentrasi sejak saat wasit meniup peluit kick off. Bahkan timnya sempat kebobolan cepat pada menit 4′ melalui aksi Renan Silva.
Baca Juga: Madura United Sukses Amankan 3 Poin dari Persik Kediri
Beruntung mereka berhasil menyamakan skor dua kali, dan akhirnya comeback dari Persik Kediri, pada interval pertama. Sekaligus menjadi hasil akhir pada laga bertajuk Derby Jatim.
Terlepas dari hasil tersebut, pelatih jebolan Botafogo (Brasil) justru memberikan penilaian terhadap kinerja wasit pemimpin pertandingan. Apalagi terdapat beberapa keputusan wasit yang dinilai merugikan, dan akan berdampak pada kompetisi secara keseluruhan.
Baca Juga: Komentar Pelatih Persik Kediri Usai Kalah dari Madura United
Terlebih ia juga menyampaikan jika kontroversi dalam bentuk apapun tidak akan mengubah hasil sebuah pertandingan. “Kami tidak mau memaafkan wasit bermasalah, apalagi hukuman yang diberikan kepada mereka tidak berarti apapun bagi klub,” kata Mauricio Souza.
“Jadi percuma wasit minta maaf, kalau kontroversi selalu terjadi di setiap pertandingan. Agar kedepan bisa lebih baik kedepannya, harus ada VAR, sehingga bisa bantu liga (kompetisi) lebih baik lagi,” pungkasnya. [pin/kun]






