Mojokerto (beritajatim.com) – Teka-teki pelatih kepala PS Mojokerto Putra (PSMP) akhirnya terjawab. Manajemen tim berjuluk Laskar Majapahit ini menunjuk pemain era Galatama, Lulut Kistono, sebagai pelatih kepala dalam mengarungi kompetisi Liga 3 Regional Jatim 2023/2024.
Sekretaris Umum PSMP, Deddy Wiyudhayana mengatakan, penunjukan mantan pelatih Persebaya U-20 sebagai pelatih kepala bukan tanpa alasan. “Karena dia label nasional. Dia banyak pengalaman, pernah melatih akademi Persebaya,” ungkapnya, Jumat (13/10/2023).
Lulut Kistono dinilai memiliki visi yang sama sehingga manajemen menunjuk sebagai pelatih kepala. Lulut Kistono dikontrak manajemen PSMP selama satu musim dan rencananya akan didatangkan ke Mojokerto pada, Selasa (17/10/2023) pekan depan.
Baca Juga: ICMI Siapkan Forum Khusus Bahas Proposal Kenegaraan DPD RI
Sementara itu, Presiden Klub PSMP, Raja Siahaan menambahkan, jika Lulut Kistono adalah pelatih senior dengan License A AFC yang mempunyai pengalaman melatih di banyak klub dan mempunyai prestasi yang cukup baik. “Kami juga berharap dapat membangun dan membimbing pelatih-pelatih muda kami, semoga bisa membawa PSMP mempunyai permainan yang istimewa,” harapnya.
Mengutip dari website resmi PSSI, nama Lulut Kistono dikenal sebagai stopper yang pernah mewarnai pentas kompetisi di Tanah Air pada era Galatama dan Liga Indonesia. Ia mengawali kiprahnya sebagai pemain profesional ketika direkrut Arseto Solo pada 1987 ketika masih berusia 17 tahun.
BACA JUGA:
60 Pemain Muda Mojokerto Ikuti Seleksi Piala Soeratin U-17
Tiga musim bersama Arseto, Lulut kemudian berturut-turut memperkuat Arema Malang, Barito Putera, Mitra Surabaya, PSIS Semarang, dan Pusam Samarinda. Sepanjang karier sebagai pemain, Lulut Kistono tak pernah memperkuat Persebaya senior.
Padahal, dia adalah produk kompetisi internal Persebaya dengan berkostum Indonesia Muda. Dari ajang turnamen usia muda tersebut, talenta Lulut terpantau oleh Solekan, pelatih PSSI Garuda yang juga menangani Arseto Solo.
Tanpa proses seleksi, Lulut pun menjadi bagian dari Arseto yang kala itu dihuni para bintang sepak bola Indonesia seperti Ricky Yacobi, Nasrul Koto, dan Inyong Lolombulan. Bersama tim yang bermarkas di Stadion Sriwedari, Lulut menjadi bagian dari Arseto. [tin/suf]






