Iklan Banner Sukun
Olahraga

Jumlah Korban Tragedi Kanjuruhan Bertambah Jadi 574 Orang

Supoter Arema FC manyerbu lapangan usai tim Singo Edan kalah di kandang melawan Persebaya, Sabtu (1/10/2022)

Malang (beritajatim.com) – Direktur Utama Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Kohar Hari Santoso mengungkapkan, beberapa korban tragedi Kanjuruhan sampai saat ini masih ada yang dirawat di ICU. Beberapa yang dirawat di ruang biasa sudah mulai membaik.

“Pasien yang dirawat ada di ICU dan ruang biasa. Tapi terakhir kami lihat yang di ruang biasa juga bisa dipulangkan dan membaik. Di ICU kondisinya ada yang berat belum stabil ada, tapi ada sebagian yang sudah membaik,” kata Kohar, Kamis (6/10/2022).

Secara spesifik untuk beberapa korban luka berat kondisinya membutuhkan alat bantu pernafasan. Lalu ada pasien yang mengalami pendarahan di pembulu darah sampai pasien dengan luka patah tulang.


Direktur Utama Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Kohar Hari Santoso

“Berat itu, jadi kesadarannya menurun dadanya sesak jadi kita bantu pakai alat alat bantu nafas. Juga ada yang pernah pendarahan di pembuluh darah dan terus kemudian kita lakukan tindakan tapi rupanya efek jauhnya masih memberikan efek. Beberapa tungkainya ada patah tulang dan masih kami rawat,” ujar Kohar.

Sementara itu, data resmi tragedi Kanjuruhan dari Pemprov Jatim per Kamis, (6/10/2022) total korban meninggal dunia dan luka-luka menjadi 574 jiwa. Dengan rincian 131 korban meninggal dunia, 420 luka sedang atau ringan, 23 suporter luka berat, dan 66 masih masih dirawat di rumah sakit.

Paling banyak pasien dirawat di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, sebanyak 32 orang. Di RSUD Kanjuruhan sebanyak 9 orang, di RS Hasta Brata sebanyak 7 orang, RSU Wajak Husada 1 orang, RS Wava Husada 5 orang.

RS UMM 1 orang, RS Prima Husada 2 orang, RS Pindad 1 orang, RST Soepraoen 3 orang, RS Hasta Husada 1 orang, RS Aisiyah 2 orang, RS Unisma 2 orang, dan RSUD Kota Malang 1 orang. [luc/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar