Surabaya (beritajatim.com) – Bhayangkara FC ingin menambah luka ke Arema. Oleh sebab itu, tim berjuluk The Guardian tersebut mematok target tiga poin saat melawan Singo Edan di Stadion PTIK di Jakarta pada Jumat (14/4) malam. Bhayangkara “diuntungkan” sebab mereka seakan tampil di kandang sendiri.
Stadion PTIK memang cukup lama dipakai sebagai markas Bhayangkara FC. Sekarang, stadion ini menjadi rumah sementara Arema. Tim kebanggan Aremania tersebut sebenarnya bertindak sebagai tuan rumah dalam partai Jumat malam.
Akan tetapi, karena pertandingan berlangsung di Stadion PTIK, membuat Bhayangkara FC serasa bermain di kandang sendiri. Hal itu diakui oleh Agus Sugeng Riyanto, karteker pelatih Bhayangkara FC. “Sebenarnya ini pertandingan away. Tetapi kami cukup familiar dengan tempat ini,” ucap Agus.
Arema dalam kondisi kelelahan. Sebab mereka baru saja bentrok melawan Persebaya Surabaya pada Selasa (11/4) lalu. Sementara kali terakhir bertanding pada 5 April. “Kami memang memiliki waktu istirahat yang cukup dan lebih lama. Namun kami juga melakukan uji coba untuk mempertahankan game touching,” imbuhnya.
https://beritajatim.com/olahraga/arema-vs-bhayangkara-rekor-berpihak-ke-singo-edan/
Agus menambahkan, dua kali pergantian pelatih tidak membuat Arema kehilangan sentuhannya. Apalagi materi pemain mereka tidak banyak berubah. Kini, Singo Edan dibesut Joko Susilo. Gethuk, biasa ia akrab disapa, adalah orang lama di Arema,
“Tim ini memang tidak banyak berubah. Tapi cara bermainnya sedikit beda,” aku Agus. “Meski demikian, kami ingin mengakhiri kompetisi ini dengan kemenangan,” tegasnya.
Salah satu pemain Bhayangkara FC, Aji Joko menambahkan bahwa seluruh penggawa The Guardian dalam kondisi siap tempur. “Tidak ada yang cedera. Kami siap all out untuk pertandingan terakhir musim ini,” ungkapnya. (sya/but)






