Kediri (beritajatim.com) – Konser mini Oktana Fest mengguncang penonton Homely Koffe Kediri, Jawa Timur. Oktana Fest menjadi wadah baru musisi berkolaborasi beda genre lintas generasi.
Dalam Oktana Fest #1 ini ada tiga grup musik manggung. Baik Tempo Doeloe, Semut-Semut Merayap, dan Bend Lancar yang mengajak goyangan badan penonton.
Tak hanya muda-mudi yang menikmati gelaran Oktana Fest, banyak pengunjung yang datang bersama rombongan keluarga. Antusiasme pengunjung terjebak dalam kolaborasi ketiga grup musik dengan berbagai genre.
Tempo Doeloe yang tampil awal, tanpa basa-basi langsung membawakan tembang 60’an dari Koes Plus dengan judul Bujangan. Band yang digawangi Doni dkk ini menyanyikan tiga lagu andalan Tempo Doeloe, Gadis Berkacamata, Do’a Jomblo & Kapan Nikah.

Setelah asyik menikmati penampilan Tempo Doeloe, pengunjung langsung dihentak dengan penampilan Semut-Semut Merayap. Band music Ska ini turut menghangatkan suasana Oktana Fest, terlebih di akhir acara mereka mengeluarkan single ampuhnya dengan judul ‘Kediriku’.
Acara ini ditutup dengan penampilan Bend Lancar grup musik jedag-jedug koplo. Beberapa lagu cover dibawakan grup musik yang sedang tenar di Jawa Timur ini membuat ambyar hati pengunjung.
Baca Juga : Battle Sound dalam Karnaval di Pranggang Kediri, 7 Truk Diamankan
Mohammad Noviyanto, Direktur Oktana.id, menerangkan, kesuksesan acara ini tak lepas dari dukungan berbagai sponsorship dan media partner.
Menurutnya, kunci kesuksesan acara Oktana Fest ialah kolaborasi dari berbagai pihak. Sehingga, musisi lokal akan terus eksis dan semangat dalam berkarya.
“Kolaborasi sendiri itu kuncinya. Kami juga tidak menyangka venue dipenuhi dan semuanya menikmati acara perdana ini,” ungkap pria yang akrab disapa Ian.
Ditanya tentang rencana Oktana Fest #2 nanti, Ian meyakini kekuatan kolaborasi tetap bakal kunci utama. Namun, Ian berharap akan lebih melebarkan sayap lagi. Baik dari sajian materi dan jangkauan acara.
“Semoga bisa lebih kuat lagi, ini juga menjadi launching Oktana.id yang akan menyapa publik di Jawa Timur,” pungkasnya. [nm/ted].






