Surabaya (beritajatim.com) – Pesepak bola nasional asal Surabaya, Oktafianus Fernando, meninjau langsung proses renovasi SD Tritunggal V yang berlokasi di Banyu Urip Wetan IV/99 Surabaya, Rabu (18/6/2025). Renovasi ini merupakan hasil kegiatan sosial berupa lelang jersey Marselino Ferdinan saat membela Timnas Indonesia melawan Arab Saudi dalam putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
“Renovasi ini adalah bentuk nyata kepedulian terhadap pendidikan anak-anak di Surabaya, terutama mereka yang belajar di ruang terbatas. Jika dilihat sekarang, setidaknya mereka punya ruang belajar yang lebih nyaman,” ujar Oktafianus di sela kunjungannya.
Oktafianus menjelaskan, sebelum direnovasi, kondisi sekolah yang berada di kawasan Surabaya utara ini cukup memprihatinkan. Ruang kelas yang terbatas membuat kegiatan belajar-mengajar menjadi tidak maksimal. Kolaborasi sosial ini melibatkan sejumlah komunitas, di antaranya Surabaya Jersey Community (SJC), Komunitas Pangkas Rambut Surabaya (Kompass), serta Gubuk Gajah Mada.
“Sebelumnya memang ruang belajar mereka cukup terbatas dan itu tentu mengganggu proses belajar,” tambahnya.
Pemain yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial ini juga menegaskan pentingnya memastikan bahwa bantuan yang diberikan tepat sasaran. Ia merasa bersyukur bisa kembali terlibat bersama komunitas untuk mendorong perubahan nyata di tengah masyarakat.
“Ya, pastinya sangat senang, karena beberapa kali juga kerja bareng sama Kompass dan SJC. Ini jadi kegiatan yang kesekian kalinya, dan saya harap ke depan akan ada lagi kegiatan positif seperti ini,” lanjutnya.
Semangat berbagi yang ditunjukkan Oktafianus dan komunitas ini juga mendapat dukungan penuh dari keluarga Marselino Ferdinan. Oktafianus mengungkapkan bahwa Marsel sangat terlibat dan ingin kontribusinya sebagai atlet berdampak luas bagi anak-anak serta masyarakat.
“Ini juga jadi bahan bakar semangat buat anak-anak yang ingin menggapai cita-cita. Marsel ingin apa yang ia raih juga bisa jadi motivasi untuk orang lain,” imbuhnya.
Kegiatan lelang jersey ini bukan yang pertama kali dilakukan. Sebelumnya, mereka juga melelang jersey Marselino saat menghadapi Vietnam dan hasilnya digunakan untuk aksi sosial serupa.
Kepala SD Tritunggal V, Tutik Wilujeng, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu. Ia mengungkapkan bahwa lebih dari 50 persen siswa di sekolahnya berasal dari keluarga kurang mampu.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih, terutama kepada Mas Marselino, mau membantu anak-anak didik kami yang lebih dari 50 persen dari keluarga kurang mampu seperti pemulung, pengamen, kan. Jadi terima kasih sebanyak-banyaknya,” ujar Tutik. [way/beq]






