Nganjuk (beritajatim.com) – Petugas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun berhasil menggagalkan upaya bunuh diri seorang perempuan di jalur rel antara Stasiun Baron dan Stasiun Kertosono, Kabupaten Nganjuk, pada Kamis (9/4/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi ketika masinis KA 170B Malioboro Ekspres relasi Purwokerto–Malang melaporkan adanya seseorang yang berada dalam posisi tiduran di tengah rel, diduga hendak melakukan tindakan bunuh diri.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa laporan tersebut langsung direspons cepat oleh petugas dengan menghentikan laju kereta guna mencegah insiden fatal.
“Setelah menerima laporan dari masinis, petugas segera melakukan langkah cepat dengan menghentikan laju kereta untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan serta berkoordinasi dengan petugas pengamanan,” jelas Tohari.
Kereta kemudian melakukan berhenti luar biasa (BLB) di KM 97+900 pada pukul 14.03 WIB untuk mengantisipasi pergerakan korban ke arah rangkaian kereta. Setelah situasi dinyatakan aman, perjalanan KA kembali dilanjutkan pada pukul 14.12 WIB.
Petugas pengamanan Stasiun Kertosono selanjutnya berhasil mengamankan perempuan tersebut dan menyerahkannya kepada pihak kepolisian setempat, yakni Polsek Kertosono, untuk penanganan lebih lanjut. Hingga kini, perempuan tersebut masih menjalani proses pemeriksaan.
Dampak dari kejadian ini, dua perjalanan kereta api mengalami keterlambatan dengan total 18 menit. KA 170B Malioboro Ekspres tiba di Kertosono pukul 14.17 WIB dengan keterlambatan 13 menit, sementara KA 82B Sancaka melintas di Baron pukul 14.18 WIB terlambat 5 menit.
“KAI mengutamakan keselamatan perjalanan kereta api dan keselamatan jiwa manusia. Tindakan cepat masinis dan petugas di lapangan menjadi kunci dalam mencegah terjadinya insiden yang lebih fatal,” tambah Tohari.
KAI Daop 7 Madiun mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di jalur rel kereta api karena area tersebut merupakan zona terbatas yang hanya diperuntukkan bagi operasional kereta.
“Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Apabila mengetahui adanya potensi gangguan di jalur KA, segera laporkan kepada petugas terdekat,” tutup Tohari. [nm/aje]






