Sidoarjo (beritajatim.com) – Nyadran atau acara petik laut dalam rangka ruwat Desa Banjarkemuning Kecamatan Sedati, membawa korban, Minggu (5/3/2023). MA (25), salah satu warga Desa Gisik Cemandi yang ikut kegiatan, jatuh ke sungai Gisik Cemandi dan ditemukan sudah tidak bernyawa.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, keberangkatan perahu yang ditumpangi warga untuk nyadran di mulai dari sungai Gisik Cemandi. Dalam perjalanan diatas arus air sungai yang deras, korban yang konon versi keluarga mempunyai riwayat penyakit epilepsi, terjatuh dari atas perahu.
[berita-terkait number=”5″ tag=”meninggal”]
Warga yang satu perahu berusaha menolong tapi tidak berhasil. Warga kemudian melakukan pencarian dengan menyisir arus air sungai yang deras laut pasang (air meninggi, red), namun korban belum juga ditemukan. “Setelah dilakukan pencarian bersama-sama, jasad korban berhasil ditemukan. Korban ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa,” ucap sumber.
Setelah berhasil dievakuasi bersama petugas BPBD Sidoarjo, jasad korban kemudian langsung dibawa ke rumah duka. “Pihak keluarga juga mengikhlaskan kepergian korban,” terang dia.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sedati Iptu Darsono membenarkan soal acara nyadran dan ada kejadian salah satu penumpang di perahu saat perjalanan dari sungai Gisik Cemandi menuju ke laut, ada jatuh.
Setelah dilakukan pencarian, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. “Kebetulan anggota piket ikut dalam acara itu, dan selanjutnya menghubungi petugas BPBD untuk melakukan evakuasi,” tandas Iptu Darsono. (isa/kun)






