Blitar (beritajatim.com) – Nurhadi Anggota Komisi IX DPR-RI akan mengadopsi bayi laki-laki yang dibuang oleh orang tuanya di depan kamar mandi gazebo kos Mawar jalan A. Yani gang 3 Kelurahan Sananwetan Kecamatan Sananwetan Kota Blitar. Nurhadi menyampaikan niatnya mengadopsi bayi di puskesmas Sananwetan Kota Blitar.
Anggota Komisi IX DPR-RI tersebut menyatakan kesediaannya untuk merawat dan membesarkan sang bayi yang telah dibuang oleh orang tuanya. Nurhadi merasa terpanggil setelah mendengar kabar adanya bayi laki-laki yang baru saja lahir dibuang oleh orang tuanya.
“Saya sangat berminat untuk mengadopsi dan merawat anak tersebut ya saya akan ikuti saja alurnya kalau itu rejeki saya insyaallah akan jadi anak saya,” kata Nurhadi, Anggota Komisi IX DPR-RI Fraksi Nasdem, Sabtu (04/03/23).
Politisi dari Partai Nasdem tersebut telah menyatakan niatnya untuk mengadopsi bayi laki-laki tersebut kepada Dinas Kesehatan Kota Blitar. Menurut Nurhadi, dirinya akan mengikuti semua prosedur untuk proses pengadopsian anak laki-laki itu.
Anggota Komisi IX DPR-RI itu juga masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai proses adopsi dari Dinas Sosial Kota Blitar. Nurhadi juga masih menunggu perkembangan penyelidikan kasus pembuangan bayi yang kini ditangani oleh Polres Blitar Kota.
“Tadi saya sudah utarakan niat saya ke Dokter Dharma Setiawan selaku kepada Dinas Kesehatan, selain itu kami juga masih menunggu perkembangan alur dan prosedur dari Dinas Sosial dan proses penyelidikan yang dilakukan oleh Polres Blitar Kota,” imbuhnya.
Nurhadi pun turut menyoroti aksi pembuangan bayi laki-laki yang terjadi di Kecamatan Sananwetan Kota Blitar tersebut. Menurutnya ada faktor yang membuat aksi pembuangan bayi tersebut bisa terjadi.
Salah satunya adalah faktor pernikahan dini yang membuat orang tua tidak siap secara psikologis dan ekonomi untuk menghidupi anak atau bayi yang dilahirkan. Selain itu ada kemungkinan lain yakni pergaulan bebas.
Banyaknya muda mudi yang saat ini bergaul bebas juga membuat potensi terjadinya pembuangan bayi akibat hubungan terlarang semakin tinggi. Maka dari itu, Nurhadi berharap para orang tua ikut mengawasi anaknya dalam bergaul.
“Di komisi 9 DPR RI ini sering kita sampaikan juga kasus pernikahan dini yang sering terjadi sehingga menyebabkan potensi anak lahir stunting juga ya kemudian di sisi lain juga adanya pergaulan bebas yang lepas dari pantauan orang tua maka saya sarankan orang tua untuk terlibat langsung tidak hanya jagane guru di sekolah kemudian apa ya intinya orang tua itu tahu anak-anaknya itu bergaul dengan siapa saja,” pungkasnya.
Meski demikian Nurhadi mengembalikan semua keputusan soal adopsi tersebut ke pihak berwenang. Namun beras harapan Nurhadi agar bayi tersebut bisa diadopsi oleh dirinya.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Blitar kini tengah berkoordinasi dengan Dinas Sosial terkait status hukum dan adopsi. Dinas Kesehatan Kota Blitar pun menyerahkan sepenuhnya proses dan prosedur dari adopsi anak ini ke Dinas Sosial Kota Blitar.
[berita-terkait number=”4″ tag=”blitar”]
Meski demikian Dinas Kesehatan Kota Blitar berharap bayi ini bisa dirawat oleh orang tuanya sendiri. Namun Dinas Kesehatan Kota Blitar mewajibkan kepada orang tuanya untuk diberikan pemahaman.
Sehingga nantinya bayi laki-laki tersebut tidak kembali ditelantarkan.
“Kalau untuk status hukum dan adopsi kami masih berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan diawasi oleh pihak kepolisian,” kata Dharma Setiawan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar.
Kondisi bayi laki-laki tersebut kini juga sudah membaik, dari yang awalnya dehidrasi dan kedinginan kini bayi tersebut sudah memerah. Meski demikian bayi tersebut masih terus menjalani perawatan intensif karena berat badan bayi masih kurang.
Berat badan bayi laki-laki tersebut adalah 2,2 kilogram. Bayi laki-laki tersebut memilik panjang 46 centimeter. [owi/but]






