Mojokerto (beritajatim.com) – Bersama Bhayangkari dan awak media, Kapolresta Mojokerto menjalin silaturahmi dengan Nobar (nonton bareng) film Sayap-Sayap Patah. Nobar film yang dibintangi Nicholas Saputra dan Ariel Tatumng ini digelar di CGV Sunrise Mall Kota Mojokerto, Rabu (31/8/2022).
Nobar bersama Bhayangkari dan awak media tersebut, Kapolresta yang baru menjabat sebulan lebih di wilayah hukum Polresta Mojokerto tersebut didampingi sang istri dan pejabat utama Polresta Mojokerto. Sejumlah awak media juga turut berbaur menyaksikan film dengan durasi 1 jam 49 menit tersebut.
Kapolresta Mojokerto, AKBP Wiwit Adisatria mengatakan, banyak moment yang membuat nobar film Sayap-sayap Patah digelar Polresta Mojokerto. “Sekarang ini kan banyak event, temen-temen Bhayangkari ada HKGP, Polwan juga ulang tahun yang ke 74,” ungkapnya.
Masih kata Kapolresta, dari film tersebut diharapkan semua bisa mengetahui cerita dari inspirasi peristiwa kerusuhan berdarah di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depak pada tahun 2018 lalu. Bagaimana perjuangan anggota Densus 88 yang diangkat dalam layar lebar tersebut.
“Bagaimana perjuangan temen-temen Densus 88 luar biasa. Hampir tidak pernah pulang, hampir sama yang diceritakan di dalam film tersebut. Hampir mendekati nyata. Itulah yang dirasakan temen-temen Densus 88. Menjadi anggota Densus 88 harus ada yang dikorbankan,” katanya.
Kapolresta menambahkan, saat bertugas sebagai anggota Densus 88 demi bangsa dan negara Indonesia, harus ada yang dipilih. Antara tugas dan keluarga. Menurutnya, banyak hal yang dapat diambil dan menjadi inspirasi dari film tersebut khususnya pesan-pesan kemanusiaan dari film tersebut.
Film Sayap-sayap Patah adalah film bergenre drama laga Indonesia garapan sutradara kondang, Rudi Soedjarwo. Sayap-sayap Patah adalah film tentang kisah cinta dua orang pasangan, Aji yang berprofesi sebagai anggota Densus 88 dan Nani istrinya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”polresta-mojokerto”]
Film yang dibintangi Nicholas Saputra dan Ariel Tatum ini, diangkat dari kisah nyata peristiwa kerusuhan berdarah di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depak pada tahun 2018 lalu. Film tersebut menggambarkan bagaimana tahanan teroris di Rumah Tahanan Mako Brimob berupaya membuat keonaran.
Sebanyak 155 narapidana terorisme mendobrak ruang tahanan dan menyandera enam personil Densus 88. Akibat insiden mengerikan tersebut, lima anggota Densus 88 dinyatakan gugur dan beberapa narapidana teroris divonis hukuman mati.
Ipda Aji gugur sebagai Anumerta setelah napi teroris pimpinan Leong yang di perankan Iwa K. Film ini juga menampilkan ada sedikit perselisihan ketika istri sedang hamil dan minta ditemani suami ke rumah sakit, namun sang suami tak bisa selalu membersamai karena melaksanakan tugas. [tin/ted]







