Surabaya (beritajatim.com) – Atmosfer mendebarkan menyelimuti Alun-alun Surabaya pada Selasa (28/4/2026) sore, saat ratusan Bonek dan Bonita berkumpul untuk mendukung Persebaya Surabaya dalam laga Derby Jawa Timur melawan Arema FC.
Di bawah sorotan layar lebar yang terbentang di pusat Kota Pahlawan, lautan manusia dari berbagai generasi tampak antusias memadati setiap sudut lapangan.
Pekikan dukungan yang lantang berpadu dengan pemandangan serba hijau-hitam, menciptakan suasana sakral di tengah ketegangan nonton bareng (nobar) tersebut.
Masyarakat datang berbondong-bondong secara organik; mulai dari anak-anak hingga lansia membaur menjadi satu, duduk sama rendah beralaskan tikar tipis dan alas kaki demi mengawal tim kebanggaan.
Keramaian kian memuncak saat para pengguna jalan yang melintas tak kuasa menahan diri untuk ikut menepi, terpanggil oleh magnet laga penuh gengsi tersebut.
Setiap kali pemain Persebaya menguasai bola atau berhasil menembus lini pertahanan lawan, teriakan massa menggema hebat, menggetarkan udara di sekitar alun-alun.
Di tengah riuhnya suasana, seorang pemuda bernama Dwi Indra tampak bersemangat memberikan dukungan bersama rombongan dari Kampung Tambaksari. “Seru sekali, bisa dilihat sendiri betapa ramainya pendukung Persebaya di sini,” ujar Dwi Indra alias Tebe di sela-sela fokusnya menatap layar.
Meski pertandingan berlangsung jauh di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, harapan Tebe tetap membumbung tinggi untuk kemenangan tim Bajul Ijo.
Dengan keyakinan penuh, ia optimistis bahwa Persebaya tidak sekadar menang, melainkan mampu mengamankan poin penuh dengan performa yang dominan.
Tanpa ragu, Tebe melontarkan prediksi yang berani untuk hasil akhir pertandingan sore ini. “Prediksi saya skor 4-0, Persebaya menang telak!” tegasnya penuh optimisme.
Untuk diketahui, pertandingan Arema FC melawan Persebaya berakhir degan skor 0-4 untuk skuad Bajul Ijo. (rma/kun)






