Surabaya (beritajatim.com) – Niat menambah jejaring di Jakarta, seorang remaja Surabaya Ali Azhar Damarrosyidi (20) malah menjadi korban penipuan di Jakarta, Rabu (6/5/2026) kemarin.
Ali Azhar mengatakan awalnya ia berkenalan dengan seseorang melalui platform media sosial. Dalam percakapan di dunia maya itu, Ali dan terduga pelaku penipuan berjanjian bertemu di sekitar kawasan Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat.
“Saya kira dia menemui secara langsung. Pas saya sampe dia (terduga pelaku) menelpon dan menyampaikan bahwa yang akan menjemputnya adalah asisten rumah tangga (ART) dia,” kata Ali, Selasa (12/5/2026).
Ali lantas menaiki sepeda motor bersama ART yang mengaku suruhan terlapor tersebut. Tidak berselang lama, terlapor kembali menghubungi korban melalui sambungan telepon dan meminta untuk berbicara langsung dengan ARTnya.
“Saya serahkan ponsel ke ARTnya itu. Lalu dianseperti ngomong-ngomong dan ARTnya meminta saya menunggu di Bank BRI KCP Cut Mulia. Sementara ARTnya seperti menjauh,” terang Ali.
Setelah ditunggu hampir satu jam, barulah Ali menyadari jika ia ditipu. Ia sempat bingung karena ponsel satu-satunya itu dibawa oleh ART yang menjemput. Ia lantas pergi ke kantor Polsek Metro Menteng.
“Saya buat laporan dan meminta bantuan di Polsek Metro Menteng. Laporannya disana,” jelasnya.
Laporan Ali teregistrasi tersebut, laporan resmi telah diterima dengan nomor LP/B/36/V/2026/SPKT/Polsek Metro Menteng. Akibat kejadian ini, Ali merugi hingga Rp 17 juta.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk senantiasa berhati-hati dalam menjalin pertemanan melalui media sosial, khususnya ketika berencana bertemu secara langsung dengan orang yang belum dikenal secara nyata. (ang/ted)






