Surabaya (beritajatim.com) – Mencari pekerjaan mungkin tidak mudah dalam kondisi seperti saat ini. Apalagi, banyak perusahaan besar yang merumahkan karyawannya karena terdampak pandemi Covid-19.
Sehingga bisa kembali bekerja adalah peluang yang benar-benar harus diupayakan dengan baik. Ini mengingat ada banyak kebutuhan yang harus dipenuhi.
Baru-baru ini, dilansir dari worldofbuzz.com, seorang founder perusahaan di Singapura membagikan percakapan singkat WhatsApp dengan seorang pekerja magang yang akan diwawancarainya. Berdasarkan tangkapan layar percakapan tersebut, pria itu memberikan kesempatan wawancara untuk seseorang yang hendak magang di tempatnya dan mengungkapkan alamat kantor dan menyatakan bahwa dia akan menemuinya besok disana.
Gadis bernama Sarah kemudian menjawab dengan mengatakan “sampai jumpa!” Tetapi hanya setelah 19 menit, Sarah kemudian mengirim teks lain ke founder perusahaan yang bernama Jeffrey, menanyakan apakah dia bisa mengubah wawancara menjadi virtual.
Jeffrey kemudian menjawab dengan mengatakan mereka tidak dapat melakukan wawancara secara virtual. Tiga menit kemudian, dia mengirim teks lain ke Sarah yang mengatakan bahwa seluruh wawancara telah dibatalkan.
Dia kemudian memposting percakapan ini ke halaman Facebook-nya. Tak lupa, dia membubuhkan keterangan yang menjelaskan bahwa orang-orang seperti Sarah adalah alasan dia lebih suka mempekerjakan orang asing yang ‘lapar dan pekerja keras’.
Selain itu dia juga menunjukkan bagaimana Sarah meninggalkan tempat magang sebelumnya karena lingkungannya yang toksik.
Postingan tersebut kemudian memicu banyak perdebatan. Banyak warganet yang justru percaya Sarah berhasil mengelak dari bencana yang lebih besar.
Inilah yang beberapa dari mereka katakan:
“Apakah maksud Anda pekerja asing akan terbang ke Singapura untuk wawancara Anda?”
“Saya dapat memberitahu Anda membuat keputusan berdasarkan daya tarik emosional.”
“Cukup yakin Sarah menghindari peluru yang akan membunuhnya.”
“Berangkat di media sosial untuk mengoceh tentang keputusan perekrutan.”
“Dia ingin mengadu bagaimana sikap Sarah, tapi justru dia blunder dan memperlihatkan wajah aslinya.”
“Anda mengatakan bahwa Sarah tidak memberi penjelasan apapun atas perubahan kesanggupannya, tetapi Anda juga tidak memberi dia kesempatan untuk menjelaskan, contoh gaslighting.” [adg/beq]






