Surabaya (beritajatim.com) – Haid atau menstruasi adalah suatu kondisi istimewa yang hanya dialami oleh wanita. Yakni ketika dinding rahim mengalami peluruhan karena tidak terjadinya pembuahan. Menjadi siklus yang penting dalam organ reproduksi, dampak dari hal tersebut adalah keluarnya darah dari vagina di setiap bulan. Hal ini juga menjadi penanda bahwa pada satu periode ovulasi kalian sedang tidak berada dalam kondisi hamil.
Ketika sedang mengalami haid, wanita muslim tidak diperbolehkan melakukan berbagai ibadah, termasuk salat lima waktu dan berpuasa. Jika kalian tetap melakukannya, justru kalian akan mendapat dosa lantaran beribadah dengan keadaan najis.
Oleh karena itu, setelah periode haid selesai kalian harus melakukan mandi wajib untuk mensucikan diri. Perintah untuk melakukan mandi wajib atau mandi bersih dari haid ini terdapat dalam firman Allah SWT QS. Al-Maidah ayat 6, sebagai berikut: “Jika kamu junub, maka mandilah.” (QS. Al-Maidah: 6). Maka bagi perempuan yang telah selesai masa haidnya memiliki hukum wajib untuk mandi bersih baru bisa melakukan ibadah kembali.
Sepertinya hal melakukan ibadah, melakukan mandi wajib juga memiliki niat dan tata cara yang harus diikuti. Agar tidak sembarangan dan mandi wajib pum menjadi sah.
Niat mandi wajib
تَعَالَى ِللهِ فَرْضًا الحَيْضِ مِنَ اَكْبَرِالْحَدَثِ لِرَفْعِ الْغُسْلَ نَوَيْتُ
“Nawaitu ghusla liraf’il hadatsil akbari minal haidhi fardhan lillaahi ta’aalaa.”
Artinya: Sengaja aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar disebabkan haid karena Allah Ta’ala.
Tata cara mandi wajib
1. Membaca niat
2. Membersihkan kedua tangan sebanyak 3 kali
3. Membersihkan bagian tubuh yang kotor (kemaluan dan dubur) menggunakan tangan kiri
4. Mencuci tangan kembali
5. Berwudhu diikuti dengan niat wudhu seperti biasa
6. Membasuh kepala hingga pangkal rambut sebanyak 3 kali
7. Menyisir rambut dengan jari agar rambut rontok terbuang
8. Kembali mengguyur seluruh tubuh
9. Memakai sabun dan sampo
10. Mandi seperti biasa
Catatan Mandi Wajib
Selain niat dan tata cara di atas, ada beberapa hal yang juga harus kalian perhatikan ketika melakukan mandi wajib. Yaitu:
· Mandi wajib merupakan pengganti wudhu meski, yang mana diharuskan sebelum melakukan ibadah
· Pastikan kalian mandi menggunakan air yang suci, tidak terkena kotoran yang bisa mengubah bau dan sifatnya
· Seluruh tubuh harus terkena air, tanpa terkecuali. Sehingga pastikan seluruh lipatan kulit dan tersembunyi terbasuh air
· Tidak boleh mengenakan penutup kepala
· Ikuti tata cara dengan urut dan benar agar mandi wajib sah
Itulah ulasan lengkap tentang niat dan tata cara mandi wajib setelah haid. Semoga memberikan manfaat. (mnd/ian)






