Surabaya (beritajatim.com) – Nasib apes dialami LD (18) warga Jalan Gadukan Utara. Ia harus rela kehilangan Honda Beat S 6215 MP di salah satu kafe Jalan Gayungsari Barat Surabaya, Minggu (13/02/2022). Saat itu korban akan melamar pekerjaan.
Korban menjelaskan, kejadian tersebut bermula dari lowongan pekerjaan yang ia baca di media sosial Facebook. LD yang butuh pekerjaan lantas mengirimkan pesan dan bertukar nomor telepon. “Saya ditawari pekerjaan sebagai pegawai resto cafe. Saya datangi, sebelum masuk, ditelpon katanya yang bersangkutan memarkir mobil dulu,” ujarnya, Sabtu (19/2/2022).
Usai di lokasi, mereka berdua berbincang-bincang membicarakan lowongan. Saat berbincang-bincang, pelaku menawari korban bekerja sebagai asisten manajer bagian kasir. “Saya setuju. Salaman dengan pelaku, saya pegang kunci motor, habis itu saya kayak pusing nggak sadar,” ungkap LD.
Selanjutnya, pelaku juga minta korban untuk training langsung. Dengan cara menulis hitung-hitungan di kertas. Namun, tidak boleh memakai kalkulator HP. “Saat itu tangan saya angkat nggak gerak. Orangnya terus nggak ada,” jelas dia.
LD mengaku, sempat mengirimkan pesan ke pelaku lewat WhatsApp (WA) sekitar pukul 16.17 WIB. Dia menanyakan posisi pelaku. Saat itu pelaku membalas hendak kembali ke kafe. Namun menjelang magrib, pelaku tidak kunjung datang. LD pun ditegur karyawan kafe.
[berita-terkait number=”5″ tag=”gendam”]
Saat ditegur, LD menyampaikan bahwa sedang interview dengan pemilik kafe. Namun, jawaban karyawan mengagetkan, yakni bahwa orang yang ditemui bukanlah pemilik kafe.
Sadar sudah ditipu, LD langsung mengecek motornya di halaman parkir kafe, tapi sudah tidak ada. “Saya lari ke bawah melihat motor dan helm sudah nggak ada. Saat saya WA sudah diblokir, ditelepon tidak bisa,” tandasnya.
LD kemudian minta karyawan untuk mengecek CCTV yang terpasang di kafe. Nah, dari situ diketahui bahwa orang yang mengaku sebagai itulah yang mencuri motornya. Menurut LD, ciri-ciri pelaku memiliki postur tubuh tinggi, badan besar, pipinya tembem, kulit putih, usia sekitar 30 hingga 40 tahun.
Atas kejadian tersebut korban mengaku sudah melapor ke polisi. Kanit Reskrim Polsek Gayungan Iptu Hedjen Oktianto saat dikonfirmasi melalui HP tidak diangkat meskipun terdengar nada sambung. [ang/suf]






