Gresik (beritajatim.com)- Keberadaan ular berbisa mengganggu aktivitas warga kembali terjadi. Kali ini dialami oleh Agung (28) warga Perum Lestari Indah Cluster Pinoa Blok H Menganti Gresik. Dirinya kaget ada ular viper yang masuk ke dalam mesin mobil saat hendak mengantar anaknya sekolah.
Tak ingin dirinya celaka karena ular viper sangat berbisa. Tanpa berpikir panjang warga Desa Boteng, Kecamatan Menganti itu menghubungi Posko Damkarla Gresik untuk mengevakuasi binatang melata ini.
“Daripada saya digigit ular viper yang berbisa. Apalagi bersembunyi di dalam mesin mobil membuat keluarga kami agak shock dan kaget,” ujar Agung, Rabu (27/8/2025).
Usai menghubungi petugas damkarla, beberapa menit kemudian ada tujuh personel yang mendatangi tempat tinggalnya. Setelah berdiskusi, personel yang bertugas melakukan size up lapangan lalu mencari keberadaan ular viper yang bersembunyi.
“Semula kami cukup kesulitan mengevakuasi ular viper karena bersembunyi di sela-sela komponen mobil. Namun, dengan kesabaran ular ini berhasil dievakuasi,” kata Sugiono petugas piket Damkarla Gresik.
Setelah berhasil dievakuasi lanjut dia, ular viper tersebut langsung dimasukkan ke dalam karung. Kemudian dibawa ke tempat yang lebih aman agar tidak mengganggu lagi.
“Saya menghimbau kepada semua warga apabila ada ular berbisa jangan panik. Lebih baik segera diminimalisir keberadaannya lalu melapor ke posko damkarla,” ungkap Sugiono.
Selama bulan Agustus 2025. Damkarla Kabupaten Gresik mencatat ada 68 kejadian rescue, serta 42 kejadian kebakaran yang didominasi alang-alang yang terbakar. Jumlah rescue maupun kebakaran diprediksi akan mengalami kenaikan lagi. [dny/aje]






