Ngawi (beritajatim.com) – Satu unit truk gandeng nopol L 9047 UE mengalami kecelakaan tunggal hingga menabrak lokasi cucian mobil di pinggir Jalan Raya Ngawi Solo masuk Desa Kebon, Paron, Ngawi, Jawa Timur, Jumat (26/8/2022) pukul 16.30 WIB. Bak bagian depan truk rusak karena terbentur pohon mangga.
Slamet (63) warga setempat sekaligus pemilik rumah dekat lokasi kejadian mengungkapkan jika dia tak tahu pasti kejadiannya bagaimana. Ketika kejadian, dia berada di dalam rumah kemudian mendengar suara gemuruh yang dia kira adalah kecelakaan beruntun. Saat dilihat keluar rumah, ternyata ada truk gandeng mengalami kecelakaan tunggal yang menabrak garasi cucian motor di depan rumah adiknya. Truk juga menghantam pohon mangga.
“Kemudian saya lihat ternyata tidak ada korban ya. Sopirnya selamat, dan dia sendirian saat berkendara. Akibatnya ya atap cucian mobilnya jadi ambruk. Pas kejadian sedang kosong tidak ada yang sedang nyuci. Truk gandengan muatan kosong,” kata Slamet, Jumat (26/8/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”kecelakaan”]
Sementara itu, Supriyadi (79) sang pengemudi warga Desa Tirtobinangun, Patianrowo, Nganjuk, Jawa Timur mengungkapkan kalau dia hendak kembali ke Nganjuk usai mengirim muatan mie di wilayah Solo. Dia berangkat dari Solo sekitar pukul 15.00 WIB.
Pun, dia pun berjalan dari arah Solo ke arah Surabaya lewat Jalan Raya Ngawi Solo. Sampai di lokasi dia mengaku jika kemudi terkunci sehingga di jalan yang menikung itu dia tidak bisa menyerongkan stir ke kanan. Alhasil, dia pun menabrak cucian mobil dan pohon mangga. Sebelumnya dia menabrak pembatas jalan yang berada di dekat alat penerangan jalan (APJ). “Saya sudah tidak bisa belok ketika mau menikung. Akhirnya menabrak. Saya habis kirim muatan mie di Solo. Ini mau kembali,” katanya.
Polisi yang datang ke lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi. Pun, truk gandeng itu masih dalam proses evakuasi. Selanjutnya kendaraan iru bakal diamankan di kantor Unit Gakkum Satlantas Polres Ngawi. Kecelakaan itu kini dalam penanganan polres setempat. (fiq/kun)






