Ngawi (beritajatim.com) – Bukan tanpa alasan. Jariyanto nekat jadi maling burung murai lantaran terlilit hutang. Keseharian warga Desa Sidorejo, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi itu tak stabil soal finansial. Tak ada pekerjaan tetap yang dia lakoni untuk menghidupi istri dan soreang anaknya.
“Saya kepepet. Punya banyak hutang. Terpaksa nyuri karena tak ada pemasukan. Kerja serabutan tak cukup untuk makan dan lunasi hutang,” terang pria 29 tahun itu.
Dia mengakui kalau sempat mencuri ponsel. Bahkan juga tabung LPG dan dua ekor ayam pada Juni dan Juli. Semua dilakukannya karena terhimpit urusan ekonomi.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pencurian”]
Namun, sementara dia terpaksa mendekam di tahanan Mapolsek Padas setelah mencuri burung murai batu Medan senilai Rp 3,2 juta milik warga Desa/Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi. Bahkan sempat dihajar oleh warga setempat setelah ketahuan mencuri burung oleh pemilik rumah. “Saya menyesal. Saya tidak ingin mengulagi perbuatan ini lagi,” katanya.
Sebelumnya sempat diberitakan bahawa Jariyanto ditangkap Polsek Padas Ngawi usai dihajar warga setelah menccuri seekor burung murai di Desa/Kecamatan Padas pada Senin (16/8/2021) lalu. (fiq/kun)






