Pamekasan (beritajatim.com) – Ny Hj Aisyatul As’adiyah menegaskan jika Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau yang lebih familiar disebut PDI Perjuangan, sebagai partai bagi seluruh warga negara Indonesia.
Hal tersebut disampaikan saat dirinya dikukuhkan sebagai anggota sekaligus kader baru PDI Perjuangan, di Kantor PDI Perjuangan Pamekasan, di Kompleks Perumahan Graha Kencana, Tlanakan, Senin (3/1/2022).
Dalam pengukuhan tersebut, cucu dari KH As’ad Syamsul Arifin Sekerejo, Situbondo, dihadiri sang ibunda tercinta, Ny Hj Makkiyah As’ad. Disaksikan jajaran pengurus dan kader PDIP Pamekasan, mulai dari tingkat cabang hingga sayap partai.
“Hari ini tidak ada lagi tuduhan yang menjurus fitnah, bahwa PDIP tidak pro Islam atau lainnya,” kata Neng Diyah (sapaan akrab dari Ny Hj Aisyatul As’adiyah) yang merupakan putri dari Ketua PCNU Pamekasan, 1990/1995, KH Sidqi Mudhar.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pdip-pamekasan”]
Bahkan dalam orasi politik pertamanya bersama PDI Perjuangan, dirinya juga menegaskan jika salah satu prasyarat menjadi kader partai harus beragama. Sehingga tidak ada lagi alasan jika parpol pemenang pemilu harus selalu menjadi sasaran fitnah.
“Melalui kesempatan ini perlu kami sampaikan bahwa PDI Perjuangan merupakan partai dari warga negara Indonesia. Sebab syarat utama menjadi anggota PDI Perjuangan, salah satunya harus beragama sesuai dengan Sila Pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa,” tegasnya.
Sekedar diketahui, sebelum bergabung dengan PDI Perjuangan, Neng Diyah merupakan salah satu kader perempuan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Pamekasan, bahkan ia juga tercatat sebagai calon anggota legislatif pada Pemilu Legislatif (Pileg) di Pamekasan. [pin/kun]






