Kediri (beritajatim.com) – Seorang perempuan tua di Kabupaten Kediri hidup memprihatinkan. Dia tinggal sebatang kara di rumahnya yang kumuh serta tidak memiliki MCK.
Nenek malang itu bernama Minah (80). Dia menempati gubuk kecil di Dusun Klepu Barat, Desa Parang, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Rumah tersebut hanya berukuran 4 x 3 meter dan minim lampu penerangan karena tidak sanggup untuk membayar listrik.
Sudah bertahun-tahun Mbah Nah, begitu panggilan Minah selalu diselimuti kegelapan. Di usia senjanya, dia yang harusnya menikmati hidup bersama anak dan cucunya. Namun tak ada satupun yang ada disampingnya.
Tak hanya itu, Mbah Nah juga sedang menderita penyakit jantung. Sakit itu dialami sejak awal pandemi Covid -19. Penyakit tersebut tentu mengancam kesehatannya.
“Piye arep e bayar listrik to lee, gae maem ae Mbah e bingung (gimana buat bayar listrik, untuk makan saja Mbah kebingungan)”, ujar Mbah Nah dengan menahan air matanya jatuh.
Selain sempit, rumah Mbah Nah juga bocor bila turun hujan. Air selalu menggenangi beberapa ruangan di dalam rumah. Tidak ada barang berharga sama sekali.
Mbah Nah tidur hanya beralaskan tikar tipis berbantal karung yang diisi kapuk. Sedangkan dapurnya, berdinding anyaman bambu yang sudah lapuk dan berlubang di beberapa bagian. Sehingga dinginnya hembusan angin akan langsung masuk dan menerobos ke dalam rumah.
Mbah Nah tidak dapat bekerja karena sakit jantung yang dideritanya. Dia hanya bisa bergantung pada anaknya yang kurang mampu juga yang tinggal lumayan jauh. Jika anaknya tidak kirim uang kepadanya untuk makan di keseharianya, maka Mbah Nah terpaksa harus menahan lapar dan sakit yang di deritanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kediri”]
ACT hingga kini terus menggalang kepedulian untuk membantu Mbah Minah. Yanuar, dari tim Program ACT Kediri mengatakan, berbagai keperluan saat ini dibutuhkan untuk Mbah Nah. Mulai rumah yang layak, pangan, kesehatan, hingga kebutuhan lain yang amat ia nantikan.
“Kami ingin mewujudkan impian Mbah Nah yang bagi orang lain mungkin hal biasa, namun bagi Mbah Nah adalah berkah yang luar biasa, yakni rumah yang memiliki listrik dan layak untuk masa tuanya,” ucap Yanuar. [nm/but]








