Tulungagung (beritajatim.com) – Polisi masih mendalami kasus kematian seorang nenek berinisial S (64), warga Desa Gedangsewu, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, yang ditemukan tewas bersimbah darah di dapur rumahnya, Rabu (15/4/2026) pagi.
Hasil autopsi sementara mengungkap adanya lima luka sayatan di bagian leher korban. Selain itu, petugas juga menemukan luka yang diduga bekas gigitan di tangan kiri korban.
Proses autopsi dilakukan di RSUD dr Iskak Tulungagung dan berlangsung sekitar dua jam sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.
“Proses autopsi sudah selesai dilakukan. Tapi untuk hasilnya masih menunggu nanti malam,” ujar Kanit Reskrim Polsek Boyolangu, Aiptu Wahyudi, Rabu (15/4/2026) malam.
Dari pemeriksaan awal, polisi memastikan terdapat lima luka sayatan pada leher korban yang berada di satu titik area. Luka tersebut diduga menjadi penyebab utama kematian.
“Ditemukan lima luka sayat pada leher. Luka hanya ada di satu tempat,” terangnya.
Petugas juga menyebut penyebab kematian korban akibat terputusnya pembuluh darah utama di leher sebelah kiri. Namun, detail lengkap hasil autopsi, termasuk panjang luka, masih menunggu hasil resmi dalam resume autopsi.
“Hasil lengkap nanti akan disampaikan di resume autopsi,” jelas Wahyudi.
Selain luka sayatan, ditemukan pula luka pada pergelangan tangan kiri yang diduga bekas gigitan. Hingga kini, penyebab luka tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh kepolisian.
“Di tangan ada luka bekas gigitan. Tapi itu luka apa, kami juga masih melakukan penyelidikan,” paparnya.
Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan di lokasi penemuan jenazah. Namun, dari pemeriksaan tersebut belum ditemukan barang bukti baru.
Sebelumnya, dalam olah TKP awal, petugas menemukan sebilah pisau dapur dengan panjang sekitar 20 hingga 25 sentimeter di lokasi kejadian.
“Saat olah TKP pertama kami menemukan pisau dapur sepanjang 20-25 centimeter. Kami terus melakukan upaya penyelidikan,” ungkapnya.
Di sisi lain, tidak ada barang berharga milik korban yang dilaporkan hilang dari rumah. Polisi telah memeriksa empat saksi yang merupakan anak dan menantu korban untuk mengungkap kronologi dan kemungkinan pelaku.
“Kami belum bisa memastikan. Semua masih dalam proses penyelidikan. Untuk hasilnya, akan kami sampaikan lebih lanjut,” tambahnya.
Korban pertama kali ditemukan oleh menantunya dalam kondisi tak bernyawa sekitar pukul 05.15 WIB di dapur rumah. Melihat adanya kejanggalan pada tubuh korban, polisi kemudian membawa jenazah untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian secara ilmiah. [nm/beq]






