Pamekasan (beritajatim.com) – Sejumlah nelayan di Desa Bandaran, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, sangat berharap partisipasi dan uluran tangan pemerintah atas nasib yang mereka alami.
Hal tersebut disampaikan seiring dengan musibah yang mereka alami, di mana perahu milik mereka yang biasa digunakan untuk bekerja melaut, justru hancur akibat terjangan ombak saat terjadi cuaca ekstrem di wilayah setempat, Jum’at (13/12/2022).
Bahkan akibat cuaca ekstrem tersebut, sejumlah perahu nelayan di pesisir Desa Ambat, dan Desa Bandaran, Kecamatan Tlanakan, hancur dan sebagian di antaranya hanya tersisa kerangka.
“Sebagai nelayan, tentu kami sangat berharap uluran tangan dari pemerintah agar kami bisa kembali bekerja mencari nafkah untuk anak istri,” kata salah satu nelayan asal Bandaran, Nanang Nugroho, Sabtu (24/12/2022).

Terlebih perahu miliknya merupakan satu-satunya sarana untuk menafkahi keluarga, namun saat ini justru hancur tidak tersisa. “Selama ini, satu-satunya penghasilan kami tergantung pada perahu yang sekarang sudah hancur,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pamekasan”]
“Sementara dua anak kami saat ini masih sekolah, dan tentunya semua butuh biaya. Lain lagi untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga kami sangat berharap kepada pemerintah agar memberi solusi bagi kami agar bisa kembali bekerja mencari nafkah,” harapnya.
Seperti diketahui, Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang di wilayah setempat, juga mengakibatkan pohon tumbang dan aliran jaringan listrik terputus. [pin/but]






