Banyuwangi (beritajatim.com) – Menanggapi kabar meninggalnya Rizal Sampurna, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kelurahan Kalipuro, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi di Kamboja, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyatakan telah menjalin komunikasi intensif dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan kesiapan pemkab dalam membantu proses pemulangan jenazah Rizal ke tanah air, apabila informasi resmi dan valid telah diterima dari pihak terkait.
“Kami sudah mendapat informasi soal itu dan kami terus berkoordinasi dengan BP2MI terkait masalah Rizal,” kata Ipuk.
Kabar duka tersebut juga telah dikonfirmasi oleh Kantor Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Banyuwangi. Selain itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja dilaporkan telah memastikan identitas WNI yang meninggal adalah benar atas nama Rizal Sampurna.
Namun hingga kini, penyebab meninggalnya Rizal dan lokasi penyemayamannya masih belum menemukan titik terang. Keberangkatan Rizal ke Kamboja yang dilakukan secara nonprosedural juga disebut menjadi faktor yang menyulitkan proses penyelamatan maupun penanganan.
“Meski demikian, kami tetap berupaya untuk berkomunikasi dengan BP2MI. Apabila sudah ada kejelasan, kami siap untuk membantu kepulangannya,” lanjut Ipuk.
Kasus ini menjadi perhatian serius Pemkab Banyuwangi. Ipuk berharap masyarakat lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan untuk bekerja di luar negeri, serta memastikan seluruh proses keberangkatan melalui jalur resmi.
“Kami tidak melarang masyarakat Banyuwangi bekerja sebagai PMI. Tapi kami berharap, masyarakat bekerja sebagai PMI melalui jalur yang legal untuk menjamin keamanannya,” ujarnya.
Untuk mendukung kesiapan warga yang ingin bekerja di luar negeri, Ipuk menjelaskan bahwa Pemkab Banyuwangi memiliki berbagai program pelatihan dan peningkatan kapasitas. Program ini dijalankan baik secara mandiri maupun hasil kerja sama dengan instansi lain, seperti Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banyuwangi.
“Kami Pemkab Banyuwangi siap membantu agar masyarakat yang bekerja di luar negeri bisa difasilitasi dengan baik,” pungkas Ipuk. [alr/beq]






