Surabaya (beritajatim.com) – National Hospital melalui program Active Life kini menyediakan layanan yang fokus mengatasi keluhan tulang belakang. Masalah-masalah pada tulang leher dan punggung bawah, seperti kesemutan dan nyeri yang menjalar, dapat ditangani dengan perawatan khusus.
Representatif National Hospital Active Life dr. Pinardo menyebut pasien yang mengalami keluhan seperti itu tidak selalu harus menjalani operasi.
“Kalau ada yang operasi, kita mesti lihat duluan. Apakah ini masih bisa kita bantu atau tidak, atau harus operasi,” ungkap dr. Pinardo usai Grand Opening National Hospital Active Life, Selasa (5/11/2024).
Selain itu, dr. Pinardo menjelaskan berbagai faktor penyebab gangguan tulang belakang. Usia dan pola hidup yang kurang sehat seringkali menjadi pemicu utama.
“Umumnya, untuk tulang belakang itu bisa karena usia, pola hidup, atau posisi kerja yang tidak sesuai,” jelasnya.
Tak hanya itu, berat badan berlebih juga dapat mempengaruhi kesehatan tulang belakang, serta trauma fisik seperti jatuh yang berpotensi mengakibatkan robekan pada bantalan tulang.
Dalam proses penyembuhan, setiap pasien memerlukan waktu yang berbeda-beda. Perawatan ini dilakukan secara bertahap dengan harapan menghasilkan dampak positif.
“Minimal di 20-22 kali tindakan, pasien sudah bisa merasakan perubahan,” tambahnya.
Metode yang digunakan lebih mengarah pada fisioterapi, bukan operasi, sehingga pasien dapat menjalani perawatan dengan minim risiko. Tren gangguan tulang belakang kini semakin banyak terjadi di usia muda, yang cenderung mengadopsi gaya hidup kurang sehat.
“Anak muda sekarang, umur 20-an, gaya hidupnya sudah kurang bagus. Pola makan sembarangan, kurang olahraga, serta posisi duduk yang salah bisa mengakibatkan saraf terjepit,” ungkap dr. Pinardo.
Dia juga mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat sebagai bentuk pencegahan agar keluhan seperti ini dapat diminimalisir. [asg/but]






