Kediri (beritajatim.com) – Antisipasi terjadinya markup atau getok harga nasi pecel menjelang Hari Natal dan Tahun Baru 2024, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sentra kuliner Jalan Dhoho Kediri.
Dalam sidak penjual nasi pecel Jalan Dhoho Kediri ini, petugas Disperdagin Kota Kediri bersama Satpol PP dan Dinas Perhubungan setempat. Petugas mendatangi satu persatu pedagang nasi pecel tumpang yang ada di sepanjang Jalan Dhoho Kota Kediri. Petugas menanyakan daftar harga pada masing-masing pedagang.
Kabid Perdagangan Disperdagin Kota Kediri, Rice Oryza Nusivera mengatakan, dalam sidak ini petugas ingin memastikan, jika para pedagang telah menyertakan daftar harga dalam penjualannya.
Hal ini dinilai penting, untuk menghindari mark up harga yang dilakukan oleh sejumlah oknum tertentu, yang mengambil keuntungan dalam jumlah besar.
“Para pedagang telah tertib. Mereka sudah mencantumkan daftar harga dalam penjualannya,” kata Rice Oryza.
Namun demikian, Rice Oryza mengaku masih menemukan sejumlah pedagang yang masih belum memasukkan menu daftar harga secara lengkap, seperti tidak mencantumkan menu maupun harga lauk pauk.
Berdasarkan data yang dihimpun Disperdagin Kota Kediri, terdapat kurang lebih 60 pedagang makanan kaki lima yang melakukan aktitas penjualan di wilayah Jalan Dhoho Kota Kediri.
Sentra kuliner nasi pecel Jalan Dhoho Kediri ini buka pada malam hari saja. Pedagang memanfaatkan depan toko dan trotor jalan untuk menjajakan makanan khas Kediri.
Tetapai beberapa tahun sebelumnya, ada keluhan dari pembeli yang merasa digetok harga oleh pedagang. Saat itu bertepatan dengan momen libur hari besar.
Sejak saat itu, Disperdagin Kota Kediri rutin melakukan monitoring terhadap para pedagang agar kejadian tidak terulang. [nm/ted]






