Surabaya (beritajatim.com) – Warga Jawa Timur tentu tidak asing dengan menu nasi krawu khas Gresik. Rasanya yang gurih dengan perpaduan suwiran daging sapi, jeroan dan serundeng kelapa serta sambal menjadi salah satu menu favorit warga kota Pudak itu.
Sa ma halnya dengan pemain sepak bola liga 1 asal Gresik, Achmad Faris Ardiansyah yang selalu merindukan menu nasi krawu tiap kali jauh dari keluarganya yang ada di Gresik. Achmad kerap kali berlabuh dari kota satu ke kota lainnya mengikuti tim yang merekrutnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”lebaran-2022″]
“Nasi krawu makanan paling saya rindukan, karena makanan khas Gresik ini jarang dijumpai ya di kota lain. Meski ada tapi rasanya beda dengan di tempat asalnya,” ungkap pemain Dewa United kepada beritajatim.com, Kamis (5/4/2022).
Di moment lebaran kali ini, meski tak bisa berkunjung ke rumah kakek dan neneknya di Malang, pemain berusia 28 tahun ini memilih merayakan Idulfitri dengan orang tua dan adiknya serta keponakannya di Gresik, Jawa Timur. Hal ini bukan tanpa alasan, karena kompetisi yang berdempetan dengan libur lebaran membuat bek Dewa United ini harus menyelesaikan tugas latihan secara daring dari tim besutannya.
“Harusnya saya mudik ke Malang, rumah kakek nenek. Tpi karena waktunya mepet ada tugas juga dari tim, akhirnya saya memilih tidak mudik,” ungkapnya.
Dalam lebaran ini, ia hanya merayakan dengan warga perkampungan area rumahnya. Setelah salat Idulfitri mereka merayakan tasyakuran di masjid. “Kebetulan saya tinggal di perkampungan, biasanya ada tasyakuran di masjid setelah salat id. Kemudian yang muda kumpul-kumpul, dilanjut bersilahturahmi dari rumah ke rumah,” tutupnya. [way/suf]






