Milan (beritajatim.com) – Kemenangan tipis yang diraih SSC Napoli dan Inter Milan pada giornata ke-35 Serie A belum mengubah konfigurasi klasemen sementara. Napoli masih kokoh di puncak klasemen dengan koleksi 77 poin, unggul tiga angka dari Inter yang menguntit di posisi kedua dengan 74 poin.
Kemenangan Napoli atas US Lecce dengan skor 1-0 berkat gol tunggal Giacomo Raspadori pada menit ke-24 memberikan tekanan psikologis kepada Inter. Partenopei bermain lebih awal, membuat Inter harus merespons dengan hasil serupa beberapa jam kemudian.
Inter pun berhasil menjawab tekanan itu lewat kemenangan atas Hellas Verona. Penalti Kristjan Asllani di menit kesembilan cukup untuk membawa tiga poin pulang dari laga tersebut.
Namun, meski berada di atas angin, Napoli belum bisa bersantai. Tiga giornata tersisa menjadi krusial. Dari sembilan poin maksimal yang bisa diraih, mereka harus mengamankan tujuh di antaranya.
Sebab, apabila di akhir musim perolehan poin Napoli disamai Inter, maka akan digelar laga playoff penentuan juara antara kedua tim tersebut. Ini merupakan format baru yang diterapkan Serie A jika terjadi poin imbang di posisi teratas.
“Siapa pun yang mendapat scudetto, dia menorehkan sejarah. Sebab, tidak akan ada yang mengingat runner-up,” papar allenatore Napoli Antonio Conte dilansir Corriere dello Sport.
Situasi berbeda justru dirasakan Inter. Meski masih punya peluang, fokus mereka terbelah karena tengah bersiap menghadapi laga penting di kompetisi Eropa. Nerazzurri dijadwalkan menjamu FC Barcelona di Stadio Giuseppe Meazza, Milan, untuk leg kedua semifinal Liga Champions pada 7 Mei mendatang.
Hasil imbang 3-3 di leg pertama membuat Inter masih punya peluang besar melaju ke final, apalagi bermain di hadapan pendukung sendiri.
Dengan jadwal padat dan tekanan berlapis, Inter tampaknya mulai realistis terhadap peluang mereka mempertahankan gelar juara Serie A.
“Jujur, kami lebih berpeluang juara Liga Champions daripada scudetto,” ujar asisten pelatih Inter, Massimiliano Farris, dikutip Sempre Inter.
Dengan sisa waktu yang makin mepet, drama penentuan juara Serie A musim ini menjanjikan ketegangan hingga pekan terakhir. Baik Napoli maupun Inter, sama-sama punya beban dan peluang, namun hanya satu yang akan mengangkat trofi. [dio/suf]






