Malang (beritajatim.com) – Usaha rintisan (startup) asal Malang yakni myECO tak henti melakukan inovasi untuk menciptakan solusi atas permasalahan yang ada. Usaha yang digawangi anak muda ini berdiri dari tahun 2019 yang bergerak di bidang inovasi penghematan listrik.
“Ini berawal dari permasalahan banyak orang yang malas atau lupa matikan perangkat listrik dan pada akhirnya tagihan listriknya bengkak. Kemudian, terjadi pemborosan juga,” kata Maulana Derifato A., Founder Startup myECO.
Apalagi, kata dia, saat masa pandemi Covid-19, banyak orang yang work from home (WFH).
“Dari masalah itu, kami coba penetrasi pasar, bantu penghematan listrik, baik menggunakan software/Apps maupun hardware,” papar dia.
Percobaan tersebut dilakukan tak hanya di sektor rumah tangga saja. Tapi juga sekolah dan hotel, dimana penghematan bisa mencapai 55 persen.
“Untuk sekolah dan hotel, penghematannya bisa sampai 55 persen, kalau rumah tangga, sekitar 10 sampai 30 persen,” papar dia.
Saat ini, produk penghematan listrik yang dibuat oleh myECO sudah bisa didapatkan melalui platform e-commerce, baik Tokopedia, Shopee maupun Lazada.
“Saat ini, pelanggan kami ada ribuan tersebar di 38 provinsi, paling banyak dari Jakarta,” tandas dia.
Baca Juga: Woreking, Brand Clothing Asal Malang Isinya Curhatan Anak Startup
Terbaru, usaha rintisan tersebut meluncurkan fitur dalam aplikasi myECO. Dalam platform tersebut, tersedia sederet fasilitas. Seperti analisa yang berfungsi untuk mengetahui perangkat otomatisasi yang cocok untuk setiap ruang.
“Kemudian, fasilitas pembayaran listrik otomatis (auto debet) setiap bulan. Terbaru, kami juga meluncurkan konsultasi gratis berkaitan dengan masalah atau pemborosan listrik, yang bisa dilakukan melalui aplikasi,” terang pria yang akrab disapa Fato ini.

Tak hanya itu, dalam aplikasi tersebut, juga terdapat fitur riwayat, yang berfungsi untuk mengetahui penggunaan listrik, biaya, kwh dan riwayat kontrol.
“Serta, kalkulator listrik yang digunakan untuk mengetahui estimasi total biaya listrik dari simulasi hitungan Watt perangkat, Biaya per KWh dan jam pakai perangkat,” lanjut dia.
Selain itu, ada juga fitur sharing device, yang berfungsi untuk sharing app control jarak jauh perangkat listrik kita ke orang terdekat. Serta, fitur pengingat, untuk mengatur alarm reminder untuk meningkatkan nyala/mati perangkat listrik rumah.
“Ada juga fitur IoT automation untuk melakukan kontrol jarak jauh nyala mati perangkat listrik dengan aplikasi (jadwal/saklar aplikasi jarak jauh),” lanjut dia. (ted)
[berita-terkait number=”3″ tag=”showup”]
Sebagai informasi, perusahaan rintisan ini baru saja memenangkan eventterkait esg myECO reseale report sustainability (penanaman pohon, carbon offset dll. Selain itu, myECO juga berhasil mendapat prestasi sebagai berikut:
o 3rd Winner of Hology Bisnis National Competition 2020
o 3rd Winner of Dilo Hackathon Telkom Smart City 2020
o 3rd Winner Gemastik Business IT Competition 2020
o 1st Winner KIBM Business Competition 2020
o 1st Winner 1000 Startup Digital base malang by Kemkominfo 2020
o 1st Best Innovative Solution 1000 Startup Digital Nasional 2021
o 2nd Winner International GITA Erasmus Business Competition 2020
o 1st Best Innovative Brawijaya Entrepreneur Exhibition
o 1st Smart Device Olivia 2021
o 2nd Business Plan Olivia 2021
o 1st Wirausaha Muda Technopreneur Menpora 2022
o 2nd KMI Awards kategori umum
o 2nd KMI Awards kategori stand
o Top 10 and Finalist Shell Livewire Indonesia 2021
o Top 10 and Finalis PLN Elevation 2022
o Top 30 ESG for Startup
o Top 5 produk Research Idendik by Kominfo
o Awardee PIF Paragon 2021
o Awardee YEB BIIW UB 2020
o Awardee KKWP by Kemenpora 2020
o Awardee KIBM by Kemendikbud 2020
o Awardee LPDB KemenkopUKM 2021
o Awardee VokasiPreneur 2020
o Awardee CPPBT-Startup Sii ristebrin 2020-2021
o 4 Copyright, 3 Patent dan 1 Trademark
————-
Konten Kerjasama beritajatim.com dengan Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring. Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator.






