Bangkalan (beritajatim.com) – Memasuki musim tanam padi, kebutuhan pupuk petani semakin tinggi. Sayangnya, ketersediaan pupuk di Bangkalan, belum memenuhi kebutuhan.
Kondisi ini membuat Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten, bergerak cepat untuk mengatasi keluhan masyarakat terkait lambatnya distribusi pupuk. Bahkan, Dinas Pertanian TPHP telah melakukan audiensi ke PT Pupuk Indonesia Wilayah 4A Jawa Timur.
Audiensi tersebut menghasilkan kesepakatan yaitu PT Pupuk Indonesia (Persero) menyanggupi untuk melakukan pengiriman 200 ton per hari untuk Kabupaten Bangkalan.
Kepala Dinas Pertanian TPHP Kabupaten Bangkalan, melalui Kepala Bidang (Kabid) Sarana, Prasana dan Penyuluhan CHK Karyadinata mengungkapkan. PT Pupuk Indonesia menyanggupi mengirimkan pupuk untuk Bangkalan idealnya distribusi pupuk per-hari minimal 200 ton hingga Desember 2022 mendatang.
“Sudah komitmen dengan kami, dan janjinya hari ini akan mengirimkan 240 Ton,” ujarnya, Rabu (23/11/2022).
Pihaknya berharap semoga komitmen bersama yang sudah disepakati dapat terealisasi. “Karena kuota sisa untuk Bangkalan masih aman per November-Desember ini sebanyak 6.500 Ton, dan kita usahakan untuk penambahan kuota,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pupuk”]
Sebelumnya, salah satu perwakilan PT Pupuk Indonesia, Che mengakui jika sering lambatnya distribusi pupuk karena adanya penurunan kapasitas produksi dari Petrokimia Gresik yang standar 3000 ton per-hari menjadi 2000 ton per-hari.
“Namun sejak 19 November 2022 kemarin sudah normal kembali,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu petani asal Desa Dabung, Kecamatan Geger, Idrus mengatakan dirinya kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Padahal, saat ini sudah memasuki musim tanam dan ia khawatir jika tak segera mendapatkan pupuk, hasil panennya tak lagi maksimal.
“Sudah cari pupuk bersubsidi tapi belum dapat. Kami cukup kesulitan mencari,” pungkasnya. [sar/but]






