Sampang (beritajatim.com) – Memasuki masa panen tembakau, sejumlah petani mulai didatangi pedagang. Bahkan, tanaman tembakau yang masih ada di lahan pertanian terutama di Desa Aeng Sareh, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura. Rata-rata telah terbeli oleh pedagang.
“Semenjak seminggu terakhir ini, banyak pedagang tembakau yang mendatangi para petani,” kata Mashudi, salah satu pemilik lahan tembakau di Desa Aeng Sareg, Jumat (9/8/2024).
Mashudi juga menceritakan, para pedagang yang keliling mencari tembakau tersebut, berani membeli dengan harga tinggi. Bahkan, tanaman tembakau yang masih di ladang pun ditafsir oleh pedagang dengan harga perkilo mencapai Rp100 ribu.
“Pedagang yang datang ke kami ini berani membeli dengan harga tinggi, padahal informasi yang kami terima jika harga tembakau saat ini berkisar antara Rp60 sampai 70 ribu per kilo. Itu pun sudah dirajang alias telah melalui proses panen dan penjemuran,” imbuhnya.
Meski demikian ia bersyukur jika para pedagang berani membeli dengan harga tinggi. Padahal, tembakau masih berada di ladang dan belum dipanen. “Saya kira para pedagang ini lebih paham meski membeli tembakau yang masih di ladang, sehingga tidak akan rugi,” imbuhnya.
Menurut Andi, petani tembakau lainnya mengaku juga didatangi oleh pedagang, namun ia memilih untuk tidak menjual tembakaunya sebelum dipanen dan diproses. Dengan harapan harganya bisa lebih mahal.
“Kami memilih untuk memanen sendiri dan memproses tembakau hingga siap jual, Sebab, ada kepuasan tersendiri jika kita menanam kita yang panen, selain itu jika sampai diproses dan dijual sendiri lebih memuaskan,” tambahnya.
Ia berharap musim tembakau tahun ini harganya mahal, agar petani tembakau di Madura khususnya di Kabupaten Sampang bisa sejahtera. [sar/ian]
![Musim Panen Tembakau, Sejumlah Pedagang Serbu Petani di Sampang Tanaman tembakau milik petani di Sampang. [Zamach/Beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2024/08/tembakau.webp)





