Surabaya (beritajatim.com) – Musim liburan adalah waktu yang banyak dinantikan sepanjang tahun. Namun, musim ini juga saatnya orang tua harus ekstra hati-hati dengan anak-anak mereka.
Hiruk pikuk musim liburan bisa menjadi waktu yang menyenangkan dan mengasyikkan. Namun, liburan bisa berbahaya bagi kesehatan anak-anak.
Agar orangtua bisa mempersiapkan waktu liburan terbaik bersama anak-anak. Berikut 7 Tips menjaga kesehatan anak selama liburan.
1. Sering-seringlah mengajak anak menjaga kebersihan tangan
Usahakan untuk selalu menjaga kebersihan tangan anak-anak selama liburan. Dorong mereka untuk mencuci tangan sebelum makan, setelah menggunakan kamar mandi, atau melewati area dengan lalu lintas tinggi seperti bandara dan pusat perbelanjaan.
Namun ketika tidak memungkinkan untuk mencuci tangan, kamu bisa gunakan pembersih tangan, seperti hand sanitizer atau tisu basah.
2. Selalu siapkan air minun yang cukup (termasuk Pedialyte, untuk berjaga-jaga)
Tubuh anak dalam kondisi terbaiknya saat terhidrasi dengan baik. Karena biasanya kita tidak memiliki akses langsung pada air minum selama perjalanan jauh, maka sangat penting untuk menyimpan air dalam kemasan.
Sebagai jaga-jaga kamu juga bisa membawa beberapa minuman kaya elektrolit seperti Pedialyte atau minuman olahraga. Jika dalam perjalanan anak menunjukkan gejala sakit, ganti air dengan Pedialyte untuk membantu tubuhnya tetap seimbang dan mencegah dehidrasi.
3. Beri anak vaksin flu atau penyakit endemik yang berpotensi
Diperlukan sekitar dua minggu agar vaksin, seperti jenis flu memberikan efek penuh pada tubuh anak. Sehingga lebih baik anak divaksin dua minggu sebelum bepergian untuk liburan.
4. Istirahat dan tidur yang cukup
Istirahat adalah salah satu komponen kesehatan yang paling penting bagi anak-anak dari segala usia. Orangtua harus mengatur jadwal tidur yang cukup selama di perjalanan dan liburan.
Selama liburan usahakan untuk mengatur waktu anak tidur siang, waktu tidur, dan waktu bangun.
5. Jangan menularkan kuman, virus, atau bakteri kepada anak
Orangtua bisa dikatakan berbagi segalanya dengan anak-anak mereka, termasuk kuman mereka. Sistem kekebalan tubuh orang dewasa bisa lebih baik daripada anak-anak. Sehingga ketika liburan, usahakan orangtua juga menjaga kebersihan serta tidak sembarang berbagi dengan anak.
Misalnya ketika aktivitas berbagi makanan yang cenderung mudah menjadi sarana transfer kuman, orangtua harus bersikap selektif demi kesehatan anak.
[berita-terkait number=”5″ tag=”tips”]
6. Jangan makan sembarangan, pilihlah makanan yang sehat
Protein yang cukup, buah-buahan, dan sayuran (yang kaya akan vitamin dan mineral), serta bakteri baik seperti probiotik dapat membantu sistem kekebalan tubuh anak meningkat. Dengan makan makanan yang bergizi, kekebalan tubuh anak akan menghalau virus dan bakteri yang biasanya menyebabkan infeksi di musim dingin.
Makan makanan bergizi lebih sulit saat bepergian dan liburan, tapi bukannya tidak mungkin. Pilih restoran yang menyediakan makanan segar, hindari restoran fast food atau yang digoreng deep fry.
7. Persiapkan segala kemungkinan, termasuk menghubungi dokter bila diperlukan
Menjadi orangtua artinya harus bisa menangani sendiri berbagai macam situasi kesehatan anak. Salah satunya orangtua harus mengetahui kapan waktunya menghubungi dokter anak.
Orangtua dituntut untuk peka terhadap situasi kesehatan, seperti: Gejala demam, diare, muntah, dehidrasi, napas yang pendek, dan lain sebagainya. (Kai/ian)






