Surabaya (beritajatim.com) – Deltras FC tetap mempertahankan tradisi mengikat para pemainnya dengan kontrak jangka panjang untuk menghadapi musim 2026/2027. Namun, manajemen memastikan kontrak tersebut tidak menjadi jaminan bagi pemain untuk otomatis masuk ke dalam skuad utama.
CEO Deltras FC, Amir Burhannudin, mengatakan hingga saat ini terdapat 13 pemain lama yang dipastikan bertahan dan telah berkumpul mengikuti sesi latihan perdana bersama jajaran tim pelatih.
Meski demikian, seluruh pemain tetap harus bersaing menunjukkan kemampuan terbaiknya selama masa persiapan. Penentuan skuad sepenuhnya akan didasarkan pada penilaian tim pelatih.
“Saya sampaikan kepada pemain yang masih ada kontrak, tidak berarti sudah otomatis masuk skuad. Mereka mesti harus berjuang dan menyesuaikan dengan apa yang dimau oleh pelatih,” ujar Amir, Sabtu (18/7/2026), di Sidoarjo.
Amir menjelaskan, proses seleksi dan evaluasi performa pemain sepenuhnya menjadi kewenangan tim pelatih. Setelah memantau perkembangan seluruh pemain selama latihan, pelatih akan memberikan rekomendasi kepada manajemen sebagai dasar penentuan komposisi akhir tim.
Hanya pemain yang mampu bersaing dan memenuhi kebutuhan taktik pelatih yang akan didaftarkan ke dalam skuad resmi Deltras FC untuk menghadapi kompetisi.
Sementara itu, bagi pemain lama yang nantinya tidak mampu memenuhi persaingan, manajemen Deltras FC menegaskan akan mengambil langkah secara profesional dan bertanggung jawab sehingga tidak ada pemain yang ditelantarkan.
Dengan kebijakan tersebut, persaingan di internal Deltras FC dipastikan berlangsung ketat sejak hari pertama latihan. Seluruh pemain, termasuk mereka yang masih terikat kontrak jangka panjang, harus membuktikan kualitasnya untuk mendapatkan tempat di skuad utama musim ini. (way/kun)






