Bangkalan (beritajatim.com) – Museum Cakraningrat yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta Kabupaten Bangkalan, hingga kini belum menggunakan barcode di setiap benda koleksinya.
Hal ini dinilai oleh Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan sebagai suatu kekurangan, karena barcode dapat mempermudah pengunjung untuk mengetahui nama benda dan sejarah dari koleksi yang ada di museum.
“Barcode ini sangat membantu pengunjung untuk mengetahui benda yang ada di museum. Oleh sebab itu kami meminta kepada pihak pengelola agar segera memasang barcode di setiap benda,” ujar Nur Hasan dalam keterangannya, Senin (22/1/2024).
Menanggapi usulan tersebut, Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan, Hendra Gemma menyambut positif.
Dia mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan persiapan untuk memasang barcode di setiap benda bersejarah yang ada di museum.
“Kami sangat mengapresiasi masukan dari teman-teman parlemen. Tapi perlu diketahui bahwa museum kita ini masih tipe B. Jadi, kapasitasnya tidak terlalu besar,” jelas Hendra.
Hendra juga mengatakan, pihaknya terus berupaya agar museum Cakraningrat tersebut bisa menjadi sarana informasi dan edukasi bagi warga dengan menjadi tempat wisata kebudayaan. Untuk itu, pihaknya juga akan menambah sejumlah fasilitas, seperti lahan parkir yang memadai dan tempat ibadah.
“Kami juga fokus agar museum ini bisa disukai oleh generasi muda. Tentunya harus menambah sejumlah fasilitas,” tandasnya. (sar/beq)






