Surabaya (beritajatim.com) – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, menegaskan penundaan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Magetan bukan disebabkan oleh konflik internal. Dia menyebut keputusan tersebut diambil karena adanya dinamika dukungan yang belum mencapai kesepakatan.
“Magetan itu A dan B mendukung C, C nggak mau. Akhirnya bagian organisasi diputuskan ditunda dulu,” kata Ali Mufthi, saat ditemui wartawan di Musda Golkar Surabaya, Selasa (12/8/2025).
Ali juga membantah anggapan bahwa penundaan ini untuk meredam gesekan antar kader. Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam proses demokrasi selama dikelola dengan baik.
“Bukan, konflik itu kan bagian dari demokrasi selama bisa dimanage,” ujarnya.
Anggota Komisi V DPR RI ini menjelaskan bahwa mayoritas dukungan mengarah kepada satu figur, namun yang bersangkutan enggan kembali mencalonkan diri. Situasi ini membuat proses pemilihan ketua DPD Golkar Magetan belum dapat dilanjutkan.
“Tetapi, A dan B dukung C terus C nggak mau. A menghendaki C, B menghendaki C,” jelasnya.
Ketika ditanya mengenai potensi panasnya suasana akibat penundaan tersebut, Ali menampik. Ia bahkan menyebut atmosfer politik di Magetan tetap kondusif.
“Enggak-enggak panas dingin-dingin saja kan Sarangan dingin og,” ucapnya.
Ali memastikan, persoalan ini akan segera dicari jalan tengahnya. Pihaknya menargetkan akan ada kompromi yang dapat diterima semua pihak sebelum Musda kembali dijadwalkan. “Nanti dikompromikan lah,” tandasnya. [asg/but]






