Blitar (beritajatim.com) – Pelaku penganiayaan terhadap AJH (15) murid kelas 9 MTs Negeri 1 Kunir Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar ternyata rajin beribadah. KMW, pelaku penganiayaan yang juga merupakan murid di sekolah tersebut ternyata rutin melakukan puasa Senin Kamis.
Bahkan, saat dirinya tengah ditahan di Polres Blitar Kota pelaku meminta untuk dibangun sahur demi bisa menjalankan ibadah sunah Puasa Senin Kamis. Meski sedang menghadapi jeratan hukum, pelaku tidak ingin meninggalkan ibadah puasa sunnahnya.
“Dan kemarin itu pelaku di tahanan itu pelaku juga melakukan puasa senin kamis. Kemarin pelaku minta jam 2 malam untuk dibangunkan sahur jadi kemarin tetap melaksanakan puasa Senin Kamis,” Cerita Leliana Novita, Plt. Kepala UPT Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Blitar, Rabu (30/08/23).
Pelaku sendiri saat ini sangat terpukul dan menyesali apa yang telah diperbuatnya. Pelaku yang juga murid kelas 9 di MTs tersebut tidak menyangka apa yang dilakukannya bisa merenggut nyawa temannya sendiri.
Baca Juga: Penganiaya Siswa MTs di Blitar Belajar Pukulan dari YouTube
Padahal selama ini antara pelaku dan korban adalah teman yang cukup akrab dan tidak pernah ada perselisihan diantara keduanya. Bahkan sebelum kejadian miris itu terjadi, pelaku sempat menjenguk korban yang sedang sakit di rumahnya bersama rekan-rekan yang lain.
“Iya sekarang ia menyadari itu, tapi kemarin itu dia itu tidak bermaksud seperti itu, dia itu kemarin itu cuma ingin menegur tapi tidak tahu saat itu kog terjadi seperti dia juga kaget,” ungkapnya.
Di hadapan tim Psikolog, KMW mengaku tidak berniat untuk menghabisi nyawa rekannya sendiri AJH (15). Murid kelas 9 Mts tersebut hanya bermaksud untuk menegur korban.
Namun tidak tahu mengapa saat berhadapan dengan korban, pelaku tersulut emosi hingga melakukan pemukulan beberapa kali. Saat melihat AJH (15) terkapar dan tidak berdaya, pelaku juga syok.
KMW pun kini menyadari atas segala kesalahannya. Pelaku juga siap untuk mempertanggung jawabkan apa yang telah ia lakukan hingga membuat temannya sendiri meninggal dunia.
“Memang sebetulnya kejadian kemarin itu tidak direncanakan jadi dia juga sangat menyesal itu di hari pertama dan kedua,” tutupnya.
Pelaku sendiri hingga kini masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Unit PPA Polres Blitar Kota. Pelaku juga telah menjalani pemeriksaan Psikologis dan tim Psikolog, namun hasilnya belum ungkap oleh pihak kepolisian. (owi/ted)






