Jombang (beritajatim.com) – Polres Jombang memiliki mural yang menggambarkan tokoh-tokoh nasional, termasuk KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai luhur yang mereka perjuangkan.
Selain Gus Dur, terdapat tiga Pahlawan Nasional lainnya, yakni KH Hasyim Asyari, KH Wabah Chasbullah dan KH Wahid Hasyim. Selain itu juga terdapat gambar Emha Ainun Nadjib (Cak Nun), Nurcholish Majid (Cak Nur), Gombloh, mantan Kapolri Jenderal Timur Pradopo, serta sejumnlah tokoh lainnya yang merupakan kelahiran Jombang.
Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, menegaskan bahwa mural ini tidak hanya sebagai dekorasi, tetapi juga sebagai media untuk meneladani semangat kemanusiaan, keadilan, dan toleransi yang diwariskan oleh para tokoh bangsa, khususnya Gus Dur.
Dengan adanya mural ini, diharapkan generasi muda Jombang dapat terus mengingat dan meneruskan nilai-nilai perjuangan yang telah memberikan dampak besar bagi Indonesia.
“Alhamdulillah, di Kabupaten Jombang ini banyak sekali terdapat guru-guru bangsa yang harus kita patuh dan contoh nilai luhur yang mereka perjuangkan,” ujar AKBP Ardi Kurniawan, Senin (10/11/2025), terkait dengan keberadaan mural yang terpampang di Mapolres Jombang.
Menurut Ardi, mural ini adalah bentuk penghargaan kepada tokoh-tokoh yang telah memberikan kontribusi besar bagi Jombang, Jawa Timur, dan Indonesia. Dia menekankan bahwa nilai-nilai perjuangan yang mereka tinggalkan harus diteruskan oleh masyarakat Jombang, dari anak-anak, remaja, pemuda, hingga anggota Polres Jombang sendiri.
Salah satu tokoh yang mendapat sorotan khusus adalah Gus Dur, Presiden RI ke-4, yang dikenal dengan nilai-nilai keteladanan yang sangat relevan dengan tugas kepolisian sebagai pelayan masyarakat.
“Beliau sangat menjunjung sikap kemanusiaan dan keadilan, di mana beliau sangat menghargai kaum minoritas dan berupaya memberikan keadilan kepada teman-teman yang minoritas ataupun yang mengalami ketidakadilan,” jelas Ardi.

Maka sangat pantas Gus Dur ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional saat peringatan Hari Pahlawan di Istana Negera, Senin (10/11/2025).
Lebih lanjut, Gus Dur juga dikenal dengan sikap toleransi yang tinggi, bahkan menjadikan Kabupaten Jombang sebagai “Kota Pluralis” berkat keberaniannya untuk menghargai perbedaan agama dan budaya. Nilai-nilai toleransi dan keberagaman yang diperjuangkan Gus Dur, menurut Kapolres, sangat penting untuk dijaga dan diteruskan.
Ardi juga menekankan nilai keberanian Gus Dur dalam menyuarakan kebenaran, yang menjadi salah satu prinsip penting yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Kebenaran harus dijunjung tinggi, apapun halnya atau peristiwanya,” tambahnya.
Nilai lain yang dianggap penting untuk dicontoh dari Gus Dur adalah kesederhanaannya. Ardi menyatakan bahwa kesederhanaan Gus Dur membantu menumbuhkan empati terhadap kesulitan masyarakat. “Nilai kesederhanaan Gus Dur sangat penting untuk diteladani oleh masyarakat Jombang maupun personel Polri sendiri,” jelas Ardi.
Gus Dur juga dikenal sebagai sosok yang sangat menghargai kearifan lokal dan agama, namun tetap mampu berpikir progresif dalam menghadapi perkembangan zaman. “Banyak sekali yang perlu kita contoh dan teladani dari beliau,” tutup Kapolres Ardi.
Dengan adanya mural ini, Kapolres berharap generasi muda dan seluruh masyarakat Jombang dapat meneladani sikap-sikap Gus Dur yang mengedepankan kemanusiaan, keadilan, dan kesederhanaan. Selain itu, mural ini juga menjadi simbol komitmen Polres Jombang untuk terus mengedepankan nilai-nilai luhur dalam menjalankan tugas kepolisian dan melayani masyarakat.
Melalui inisiatif ini, Polres Jombang ingin memastikan bahwa semangat perjuangan dan kearifan yang diwariskan oleh tokoh-tokoh bangsa terus hidup dan menginspirasi seluruh lapisan masyarakat. [suf]






