Surabaya (beritajatim.com) – Penerapan Analog Switch Off (ASO) di sebagian wilayah Jawa Timur mulai 20 Desember 2022 masih memunculkan penolakan. kebijakan ASO kemudian dialihkan ke TV digital dinilai justru menambah beban masyarakat.
Bagi masyarakat dengan penghasilan mencukupi, mungkin peralihan televisi analog ke digital tidak membebankan, Apalagi banyak yang mengatakan dengan peralihan ini, mereka dapat menonton siaran televisi dengan gambar lebih jernih tanpa gangguan.
Harga Set To Box (STB) maupun smart televisi memang tidak semurah menggunakan sistem analog yang hanya bermodalkan televisi tabung atak led dan antena dalam atau luar.
Tak jarang masyarakat Surabaya yang merasakan kenikmatan, salah satunya Syaiful Ulum. Warga Kupang Segunting ini sudah satu tahun lebih mengganti tv analog-nya dengan smart tv karena sudah tahu akan ada peralihan ke digitalisasi.
Ia merasa terbantu, karena tanpa memasang televisi berbayar, dengan menggunakan televisi digital ini banyak channel yang sebelumnya tidak ada di analog bisa dinikmati.
“Jadi saya memilih smart tv karena lebih praktis dan tidak perlu beli STB, dan yang menarik channel televisinya lebih banyak variasi yang ditonton sama seperti televisi berbayar,”ungkapnya.

Lain halnya dengan Andinia, warga Gresik ini yang telah membeli STB sejak adanya pemberitahuan peralihan. Dia menceritakan jika penggunaan STB ini membuat gambar televisinya lebih bening dan channel yang dipilih lebih banyak.
“Sudah pakai sih, dan lebih bening channelnya banyak jadi lebih baik ini sih pakai STB meskipun memang harus modal sedikit banyak dan mahal,” ucapnya.
Pemerintah melalui lembaga penyiaran menyepakati penghentian saluran TV analog atau analog switch off (ASO) di wilayah Jawa Timur dan beralih ke siaran TV digital pada Selasa (20/12/2022) mulai pukul 24.00 WIB. [way/beq]






