Malang (beritajatim.com) – Mohammad Zainal Fatah Sekjen Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terpilih menjadi Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA-UB).
Cak Fatah, sapaanya, menjabat untuk periode 2023 hingga 2027 mendatang.
Pria lulusan UB tahun 1984 ini terpilih secara demokratis pada Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 IKA-UB yang berlangsung di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis UB, Jumat (11/8/2023).
Ia terpilih secara aklamasi dengan menjadi calon tunggal.
Namun, dari informasi yang beredar Munas IKA UB di Gedung FEB ini dipandang melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi.
Munas lain pun dilangsungkan di Hotel Swiss-Bel Malang oleh tokoh alumni dan senior.
Munas tersebut menghasilkan sejumlah keputusan.
Baca Juga: Intip Bisnis Kotak Seserahan Pernikahan Netty Malini, Omzet Menggiurkan
Salah satunya, penetapan lima nama Presidium. Munas tersebut berlangsung secara terbuka, mengundang pengurus dan alumni UB sebagai peserta peninjau.
Pada munas ini, sidang dipimpin Dr Hero Samudera, M Lukman Edy dan Kenyo Ayu Wulandari.
Muslich Ramelan, mantan Ketua IKA UB tahun 2006 menyampaikan bahwa pelaksanaan Munas merupakan bentuk perjuangan bersama dalam konteks kemanusiaan dan kebersamaan.
“Kita menyayangkan Munas di kampus Brawijaya hari ini terlalu dipaksakan dan dilakukan dengan pelanggaran. Kita orang-orang terdidik seharusnya tidak melakukan itu,” kata salah satu pendiri IKA UB ini.
Forum Munas, sambungnya, menjadi wadah untuk memfasilitasi dan menampung segala aspirasi tanpa memandang warna politik, senior-junior, maupun latar belakang apapun.
“Spiritnya kita bersama-sama berjuang demi Universitas Brawijaya dan IKA UB. Kita selamatkan organisasi terhormat ini,” imbuhnya.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis belum ada tanggapan dari pihak Munas yang berlangsung di FEB UB.
beritajatim.com telah menghubungi ketua IKA-UB periode sebelumnya, Prof Erani Yustika.
Namun, belum ada pernyataan atau tanggapan dari pertanyaan yang dikirimkan padanya.

Cak Fatah ke depan bertekad untuk menjadikan IKA-UB sebagai rumah alumni. Ia ingin mengembangkan dan memajukan UB dengan peran aktif alumninya.
Lulusan Fakultas Teknologi Pertanian ini sadar dengan adanya berbagai tantangan yang bakal dihadapi pengurus untuk tujuan tersebut.
“Kami mohon dukungan dari berbagai pihak utamanya para alumni. Kami akan bekerja keras agar IKA-UB semakin berdampak luas dan positif masyarakat. Kami tidak ingin melewati perjalanan ini sendirian. Mari bersama, kita akan bawa nama IKA UB ke tingkat lebih tinggi,” tutur Cak Fatah.
Di dalam forum Munas, Cak Fatah menyampaikan terima kasih pada pengurus sebelumnya yang dipimpin Prof Erani Yustika. Menurutnya, kepengurusan Prof Erani telah melakukan berbagai kegiatan.
Sebagai informasi, sidang Munas melanjutkan proses penetapan dengan meminta persetujuan peserta untuk menunjuk Muhammad Zainal Fatah sebagai Ketua IKA-UB. Penetapan didasarkan pada rekomendasi yang diberikan oleh pengurus daerah, cabang, dan komisariat IKA UB.
Keputusan tersebut mengacu pada keyakinan dari dedikasi dan kemampuan Cak Fatah dalam memimpin organisasi alumni.
Selain menetapkan Ketua IKA UB, Munas di FEB UB juga menunjuk Prof. Muhammad Ali Syafaat sebagai anggota Dewan Pengawas IKA UB periode 2023-2027. (dan/ted)
[berita-terkait number=”3″ tag=”ub”]






