Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengambil langkah cepat dalam menangani kasus Covid 19. Terbaru, pemda setempat mengaktifkan atau menambah 7 rumah sakit rujukan untuk perawatan pasien Covid 19.
Tujuh RS tersebut merupakan tempat swasta yang digandeng oleh pemerintah. Keberadaan RS tersebut untuk mempercepat penanganan para pasien yang terpapar.
“Yang terbaru, mulai hari ini kita aktifkan rumah sakit non rujukan untuk membantu merawat pasien Covid 19,” kata Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr. Widji Lestariono, Jumat (9/7/2021).
Sehingga total jumlah Rumah Sakit Rujukan di Banyuwangi mencapai 13 unit. Karena sebelumnya, Banyuwangi memiliki 6 rumah sakit rujukan yang telah beroperasi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-banyuwangi”]
“Hari ini kita memohon kepada Bupati agar dapat menandatangani SK bupati terkait pengaktifan 7 rumah sakit non rujukan menjadi rumah sakit rujukan. Jadi semua rumah sakit di Banyuwangi menjadi rujukan dan bisa melayani pasien Covid 19,” terangnya.
Tujuh rumah sakit itu di antaranya, RS Yasmin, PKU Muhammadiyah, RS Nahdlatul Ulama, Abdhi Family RS Bhakti Mulia (MMC), Rahayu Medika, dan RS Al Rohmah. Pihak pemerintah meminta agar semua rumah sakit yang disebut segera mempersiapkan diri.
“Kita minta semua mereka segera siap, insya Allah mereka koperatif. Karena aturannya ada, perpresnya ada yang mewajibkan semua rumah sakit saat kondisi darurat minimal 20 persen untuk perawatan pasien kedaruratan,” pungkasnya. (rin/ted)






