Malang (beritajatim.com) – Pendaftaran Direksi Perumda Tugu Tirta Kota Malang telah ditutup oleh Panitia seleksi sejak Senin, 10 Juni 2024 pukul 15.00 WIB. Tercatat ada sekitar 30 orang yang mendaftar dari berbagai kalangan dan daerah.
Ketua Pansel Pendaftaran Direksi Perumda Tugu Tirta Kota Malang Prof M Bisri mengatakan, pendaftar tidak hanya berasal dari Kota Malang. Namun, juga berasal dari luar daerah mulai Kota Batu, Kabupaten Malang, Kabupaten Sidoarjo, Tangerang, Bekasi, Bali, Ciamis hingga Medan.
“Pj Wali Kota Malang ingin yang profesional. Sesuai aturan (keputusan akhir) semua tergantung pimpinan (Pj Wali Kota Malang),” ujar Bisri.
Dari 30 orang yang mendaftar ada nama mantan Dirut Tugu Tirta, M Noor Muhlas. Lalu, yang lebih mengejutkan ada 14 pejabat Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang yang juga turut meramikan bursa posisi direktur Tugu Tirta.
“Pak Muhlas mendaftar. Jadi petahana mendaftar baru tadi siang sekitar pukul 10.00 WIB atau 11.00 WIB. Kalau yang Kabupaten Malang itu termasuk 14 dari Perumda Tirta Kanjuruhan,” ujar Bisri.
Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan, Syamsul Hadi mengatakan bahwa 14 pejabatnya yang mendaftar semuanya telah memiliki sertifikasi dari Lembaga Sertifikat Profesi Air Minum Indonesia (LSP AMI). Mulai dari Tingkat Muda maupun Tingkat Madya.
“Secara spesifik, kami tidak menentukan target, namun Perumda Tirta Kanjuruhan telah mempersiapkan 14 pejabat tersebut dengan baik. Jadi siapapun pejabat Perumda Tirta Kanjuruhan yang berhasil lolos dalam seleksi ini akan kami dukung sepenuhnya, demikian,” ujar Syamsul.
Tugu Tirta sendiri merupakan salah satu mitra Tirta Kanjuruhan karena terikat Perjanjian Kerjasama Pemanfaatan air baku. PKS ini mulai dari mata air Sumber Wendit yang terletak di Kecamatan Pakis Kabupaten Malang maupun mata air Sumber Pitu yang terletak di Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang.
Sementara Tugu Tirta saat ini sedang membutuhkan 3 posisi direktur. Yakni, Direktur Utama, Direktur Administrasi dan Keuangan serta Direktur Teknik. (luc/ian)






