Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 77 atlet muathay Jawa Timur mengikuti kejuaraan Seri I Liga Muaythai Jawa Timur (Jatim) 2023. Kejuaraan digelar di Sutos, Surabaya, 25-26 Februari 2023.
Diketahui puluhan atlet muathay tersebut, berasal dari 8 daerah. Terdiri dari Kabupaten Lamongan, Kabupaten Tuban, Kabupaten Kediri, Kabupaten Gresik, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan dan Kota Surabaya.
“Yang hadir di seri pertama ini, baru sekitar 80 atlet dari tujuh daerah. Untuk seri berikutnya, jumlah pesertanya akan lebih banyak lagi,” ucap Randika Siani Wijaya, Ketua Panitia di sela pertandingan seri I Liga Muaythai Jatim 2023, Minggu (26/2/2023).
Menurut Randika ditargetkan dari even ini muncul bibit-bibt baru. Juara liga Muaythai Jatim 2023 akan diupayakan masuk Puslatda Jatim. KONI Jatim sudah memberikan kuota 5 atlet puslatda, namun tidak menutup kemungkinan akan bertambah jumlahnya.
Lima atlet muaythai yang kini menghuni puslatda juga tak bisa berleha-leha. Posisinya bisa terancam dan digantikan oleh atlet lain jika preatasinya jeblok di liga muaythai Jatim 2023.
Lima atlet puslatda itu, Wiski Jamus 71 kg pa yang kini mengikuti pelatnas SEA Games, Galih Bangkit 48 kg pa, junior Tomi Bagus 57 kg pa, Opi Dwi Natasya 54 kg pi dan Novita Anggi 45 kg pi.
Kelima atlet tersebut, adalah juara Kejurnas 2022 di Banten. “Ada lima atlet Jatim yang mengikuti seleknas. Namun, yang lolos pelatnas SEA Games hanya Janus,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala pelatih puslatda, Soldier Fortuna menyebut juara liga muaythai akan menjadi pertimbangan pengprov MI Jatim untuk dimasukkan ke program puslatda Jatim.
“Kami berharap akan muncul atlet-atlet baru yang bagus-bagus. Kalau mereka bisa mengalahkan atlet puslatda, itu artinya mereka memiliki teknik yang bagus. Kenapa tidak bisa masuk puslatda,” jelasnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Muathay”]
Namun, diakui, untuk bisa masuk puslatda tidak mudah. KONI telah memberikan keriteri ketat kepada seluruh cabang olahraga yang mengirimkan atletnya ke puslatda.
Salah satu kriteria itu, adalah atlet puslatda harus bisa mendapat emas di PON. “Karena itu, kami menggelar even liga muaythai untuk mencari bibit-bibit baru, khususnya di kelas-kelas yang tidak ada atletnya,” paparnya.
Beberapa kelas yang kosong itu, antara lain 57 kg pi, 60 kg pi, 63,5 kg pa dan 67 kg. “Kami juga mencari atlet U-23 tahun di kelas 43 kg dan 45 kg pa/pi yang akan dipertandingkan di PON 2024,” tandas Soldier sembari menyebut pada PON 2024, cabor muaythai akan mempertandingkan.22 kelas terdiri 18 kelas tanding dan 4 seni. [way/but]






